Gerhana Matahari Total 2027 Bakal Sulap Siang jadi Gelap Selama 6 Menit
- 07 Okt 2026 14:43 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Gerhana Matahari total 2 Agustus 2027 mencapai totalitas hingga 6 menit 23 detik.
- Wilayah Luxor, Mesir, menjadi salah satu lokasi utama karena berada di jalur totalitas dengan kondisi langit yang relatif cerah.
- Gerhana 2027 merupakan bagian dari keluarga Solar Saros 136 yang juga menghasilkan gerhana 2009.
RRI.CO.ID, Jakarta - Gerhana Matahari total pada 2 Agustus 2027 disebut sebagai salah satu peristiwa langit paling spektakuler abad ke-21. Gerhana ini akan melintasi sejumlah wilayah Eropa, Afrika Utara, dan Timur Tengah.
Mengutip Space.com, dengan durasi totalitas mencapai 6 menit 23 detik. Meski demikian, secara teknis gerhana 2027 bukan yang terlama pada abad ke-21.
Rekor tersebut masih dipegang gerhana Matahari total pada 22 Juli 2009. Durasi totalitasnya saat itu mencapai 6 menit 39 detik.
Namun, sebagian besar durasi terlama pada 2009 terjadi di atas Samudra Pasifik. Sehingga, hanya sedikit pengamat yang dapat menyaksikannya secara langsung.
Berbeda dengan 2009, gerhana 2027 menawarkan durasi totalitas lebih dari enam menit di sejumlah wilayah daratan. Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah Luxor, Mesir, yang berada di jalur totalitas gerhana.
Di kawasan tersebut, pengamat dapat menyaksikan kegelapan di siang hari selama lebih dari enam menit. Fenomena ini berlangsung dengan latar gurun dan sejumlah situs bersejarah seperti Karnak, Luxor, serta Lembah Para Raja.
Kondisi cuaca juga menjadi salah satu keunggulan gerhana 2027. Hal ini karena wilayah tersebut dikenal memiliki langit yang relatif cerah pada periode tersebut.
Adapun, gerhana 2027 dan gerhana 2009 juga memiliki hubungan khusus. Diketahui, keduanya berasal dari keluarga gerhana yang sama, yakni Solar Saros 136.
Siklus Saros berlangsung sekitar 18 tahun, 11 hari, dan delapan jam. Setelah periode tersebut, posisi Matahari, Bulan, dan Bumi kembali mendekati konfigurasi yang serupa.
Tambahan waktu delapan jam membuat Bumi berotasi sekitar sepertiga putaran. Akibatnya, jalur gerhana berikutnya bergeser sekitar 120 derajat ke arah barat.
Siklus Saros memiliki tambahan waktu sekitar delapan jam dalam setiap pengulangannya. Selama waktu tersebut, Bumi terus berotasi sekitar sepertiga putaran.
Kondisi ini membuat posisi wilayah yang dilalui bayangan Bulan berubah pada gerhana berikutnya. Akibatnya, jalur gerhana bergeser sekitar 120 derajat ke arah barat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....