Kelahiran Bintang Penuh Gejolak Terungkap di Nebula NGC 7129

  • 07 Okt 2026 14:39 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Webb mengungkap bintang muda dan protobintang yang tersembunyi di balik debu NGC 7129.
  • Pancaran bintang dan aliran material membentuk rongga, gelombang kejut, serta struktur gas di nebula.
  • Data Webb membantu ilmuwan memahami proses kelahiran bintang dan perubahan awan gas serta debu.

RRI.CO.ID, Jakarta - Teleskop Luar Angkasa James Webb tengah mengungkap aktivitas pembentukan bintang di nebula NGC 7129. Mengutip NASA, Rabu, 7 Oktober 2026, nebula ini berjarak sekitar 3.300 tahun cahaya dari Bumi.

Kemampuan inframerah Webb memungkinkan para astronom melihat bintang-bintang muda yang sebelumnya tersembunyi di balik awan debu dan gas. Di pusat nebula terdapat LkH Alpha 234, bintang yang massanya diperkirakan lima hingga delapan kali massa Matahari.

Bintang tersebut masih berada dalam tahap sebelum memasuki deret utama. Aliran material dari bintang tersebut membentuk rongga besar berukuran sekitar 3,5 tahun cahaya di dalam awan molekul.

Pancaran dan cahaya bintang memanaskan gas sekaligus memampatkannya. Hal ini menciptakan kondisi yang dapat memicu kelahiran bintang baru.

Di sekitar bintang-bintang muda juga terlihat bow shocks. Bow shocks sendiri merupakan gas terkompresi yang terbentuk ketika angin bintang bertabrakan dengan gas di sekitarnya.

Sementara itu, wilayah di sisi kanan pusat nebula menyimpan objek yang jauh lebih muda berupa protobintang. Protobintang tersebut mengeluarkan aliran material yang sangat panas dan berinteraksi dengan gas serta debu di sekitarnya.

Interaksi tersebut menghasilkan gelombang kejut yang membuat wilayah di sekitarnya tampak bertekstur dan bercahaya merah. Kemudian, Teleskop Webb menangkap sejumlah aliran material yang berasal dari protobintang lain di dekat nebula berwarna biru.

Salah satu protobintang tersebut dikelilingi cakram material berbentuk seperti donat. Cakram itu menghasilkan bayangan pada nebula di sekitarnya. Pengamatan Webb juga memperlihatkan detail struktur gas dan debu yang sebelumnya sulit terlihat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....