Fajar di Mars Terekam oleh Curiosity, Tebing Misterius Mount Sharp Mulai Terungkap
- 07 Okt 2026 14:36 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Curiosity mengabadikan panorama fajar Mars yang memperlihatkan yardang misterius di Mount Sharp.
- Lapisan yardang diduga terbentuk akibat proses geologi dan erosi angin pada masa lalu.
- Curiosity ditargetkan mencapai kawasan tersebut pada 2027 untuk melakukan penelitian langsung.
RRI.CO.ID, Jakarta - Rover Curiosity NASA berhasil mengabadikan panorama fajar Mars yang menampilkan tebing berukir angin di kejauhan. Gambar ini menjadi salah satu tampilan paling detail Curiosity terhadap fitur yang disebut yardangs di kawasan Mount Sharp.
Mengutip NASA, Rabu 7 Oktober 2026, panorama diambil menggunakan kamera Mastcam pada 11 Agustus 2026. Ini bertepatan dengan hari ke-4.982 Curiosity di Mars.
Adapun, gambar ini terdiri dari enam foto yang digabungkan setelah dikirim ke Bumi. Pengolahan gambar dilakukan tanpa penyesuaian keseimbangan warna untuk mempertahankan tampilan langit dan permukaan Mars pada pagi hari.
Lapisan yardang membentang sekitar 16 kilometer di bagian barat laut Mount Sharp yang memiliki ketinggian sekitar lima kilometer. Curiosity telah mendaki Mount Sharp sejak 2014 dan baru-baru ini mencapai ketinggian satu kilometer dari titik awal pendakiannya.
Para ilmuwan berharap, gambar terhadap yardang akan semakin detail seiring Curiosity mendekati kawasan tersebut. Diketahu, Mount Sharp terdiri dari lapisan batuan yang merekam berbagai periode sejarah Mars.
Penelitian lapisan tersebut sebelumnya memberikan petunjuk bahwa kawasan itu pernah memiliki danau dan aliran sungai miliaran tahun lalu. Setelah air mengering, mineral garam tertinggal dan material di permukaan kemudian diduga terkikis oleh angin hingga membentuk yardang.
Akan tetapi, ilmuwan NASA belum mengetahui secara pasti bagaimana lapisan tersebut terbentuk. Namun, salah satu dugaan menyebut material itu berasal dari abu letusan gunung berapi purba.
Curiosity kini menjalani tahun kedua misi perpanjangan kelimanya dan akan terus menjelajahi lapisan yang kaya sulfat serta karbonat. NASA berharap Curiosity mencapai dasar kawasan yardang pada 2027 untuk mengumpulkan data langsung menggunakan lengan robotiknya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....