Badak Punya Penglihatan Buruk, Begini Cara Mereka Mengenali Lingkungan
- 22 Sep 2026 13:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Setiap 22 September diperingati sebagai World Rhino Day untuk meningkatkan perhatian terhadap pelestarian badak.
- Badak memiliki penglihatan yang tergolong buruk meskipun memiliki tubuh yang besar dan kuat.
- International Rhino Foundation mencatat bahwa badak memiliki mata yang relatif kecil dibandingkan dengan ukuran tubuhnya.
RRI.CO.ID, Jakarta — Setiap 22 September diperingati sebagai World Rhino Day atau Hari Badak Sedunia. Peringatan ini menjadi momen untuk mengenal badak sekaligus meningkatkan perhatian terhadap kelestariannya.
Di balik tubuhnya yang besar dan kuat, badak ternyata memiliki penglihatan yang tergolong buruk. International Rhino Foundation (IRF) menyebut badak memiliki mata yang relatif kecil dibandingkan ukuran tubuhnya.
Kondisi tersebut membuat badak dikenal sebagai hewan yang rabun jauh. IRF menjelaskan bahwa badak diperkirakan hanya dapat melihat dengan jelas benda yang berada cukup dekat.
Panduan edukasi IRF menyebut jarak penglihatan yang baik pada badak diperkirakan sekitar 30 meter. Di luar jarak tersebut, badak lebih sulit mengenali benda yang dilihatnya.
Namun, penglihatan yang buruk tidak membuat badak sepenuhnya bergantung pada mata. Hewan ini memiliki penciuman dan pendengaran yang sangat baik untuk mengenali lingkungan di sekitarnya.
IRF menyebut badak memiliki indra penciuman yang kuat. Badak dapat menggunakan bau untuk mengetahui keberadaan hewan lain di sekitarnya, termasuk manusia.
Pendengaran badak juga sangat peka terhadap suara dari lingkungan. Bahkan ketika sedang beristirahat, telinga badak tetap dapat bergerak dan menangkap suara di sekitarnya.
Bentuk telinga badak turut membantu kemampuan tersebut. Smithsonian menjelaskan bahwa telinga badak dapat bergerak dan sangat peka terhadap berbagai suara.
Kemampuan mencium dan mendengar juga membantu badak ketika mencari tahu sesuatu yang ada di sekitarnya. Saat mendengar suara tertentu, badak dapat bergerak mendekat karena penglihatannya tidak cukup untuk mengenali sumber suara dari jauh.
Indra penciuman juga berperan dalam komunikasi antar badak. IRF menjelaskan bahwa badak menggunakan urine dan kotoran untuk menandai wilayah melalui aroma.
Tanda tersebut dapat membantu badak lain mengetahui keberadaan individu di wilayah tertentu. Cara ini menjadi penting karena penglihatan badak tidak terlalu baik.
Kondisi penglihatan tersebut juga dapat menjelaskan mengapa badak terkadang terlihat seperti tiba-tiba mendekati atau menyeruduk sesuatu. IRF menyebut penggunaan isyarat aroma dapat membantu mengurangi pertemuan agresif akibat penglihatan badak yang buruk.
Jadi, tubuh besar bukan berarti badak memiliki semua kemampuan indra yang sempurna. Penglihatan yang lemah justru diimbangi dengan kemampuan penciuman dan pendengaran yang sangat membantu kehidupannya.
World Rhino Day menjadi pengingat bahwa badak bukan hanya hewan bertubuh besar dengan cula. Ada berbagai kemampuan unik yang membantu hewan ini bertahan hidup di habitatnya. (Rahmania Ulfah)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....