Antelop Saiga, Hidung Besar untuk Adaptasi terhadap Lingkungan Steps Ekstrem
- 02 Agt 2026 13:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Antelop saiga memiliki hidung besar yang berfungsi menyaring debu serta menghangatkan dan mendinginkan udara sebelum masuk ke paru-paru.
RRI.CO.ID, Jakarta – Sekilas antelop saiga memiliki penampilan yang tidak biasa dengan hidung besar menyerupai belalai pendek. Ini ternyata bukan sekadar ciri fisik, tetapi hasil adaptasi terhadap lingkungan stepa yang ekstrem di Asia Tengah.
Melansir Fauna & Flora, antelop saiga hidup di padang rumput dan semi-gurun Asia Tengah seperti Kazakhstan, Mongolia, Rusia, dan Uzbekistan. Hewan ini mampu bertahan menghadapi musim dingin membeku dan musim panas bersuhu tinggi.
Bagian dalam hidung saiga memiliki saluran berliku dan banyak pembuluh darah. Struktur itu menghangatkan udara dingin dan mendinginkan udara panas sebelum mencapai paru-paru.
Selain mengatur suhu, hidung besar saiga juga berfungsi sebagai penyaring debu. Adaptasi ini penting karena saiga hidup di wilayah berangin dan sering melintasi padang berdebu.
Meski mampu berlari hingga sekitar 70-80 kilometer per jam, saiga menghadapi ancaman serius akibat perburuan liar dan hilangnya habitat. Perburuan terutama menyasar pejantan karena tanduknya digunakan dalam pengobatan tradisional di beberapa negara.
Dalam beberapa dekade terakhir, populasi saiga sempat menurun drastis. Berbagai upaya konservasi lintas negara kemudian dilakukan untuk memulihkan jumlahnya melalui perlindungan habitat dan pemberantasan perburuan liar.
Kini, antelop saiga menjadi salah satu contoh bagaimana bentuk tubuh hewan berkembang mengikuti lingkungan tempat hidupnya. Hidung besarnya yang tampak unik justru menjadi kunci utama agar satwa tersebut dapat bertahan di alam liar Asia Tengah. (Rahmania Ulfah)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....