Secretary Bird, Burung Pemangsa yang Lebih Sering Berjalan daripada Terbang

  • 09 Agt 2026 14:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Secretary bird merupakan burung pemangsa unik yang lebih sering berjalan di padang rumput daripada terbang.
  • Burung ini dikenal sebagai pemburu ular, menggunakan kaki kuat dan cakarnya untuk menghentak mangsa.
  • Hilangnya habitat menjadi ancaman bagi secretary bird sehingga perlindungan kawasan penting untuk menjaga populasinya.

RRI.CO.ID, Jakarta – Secretary bird merupakan burung pemangsa unik yang hidup di kawasan sub-Sahara Afrika. Burung ini dikenal karena lebih sering berjalan di tanah daripada terbang.

Burung bernama ilmiah Sagittarius serpentarius tersebut memiliki tubuh tinggi dan kaki panjang. Tingginya dapat mencapai sekitar 1,2 meter dengan rentang sayap hampir dua meter.

Secretary bird memiliki bulu putih keabu-abuan dengan bagian hitam pada sayap dan ekornya. Di belakang kepalanya terdapat jambul hitam panjang yang menjadi ciri khasnya.

Berbeda dari kebanyakan burung pemangsa, secretary bird mencari makanan dengan berjalan di padang rumput. Burung ini hanya terbang ketika perlu, termasuk menuju sarang dan melakukan perkawinan.

Secretary bird memangsa berbagai hewan kecil, seperti tikus, amfibi, dan reptil. Ular juga termasuk mangsa yang diburu burung tersebut.

Saat berburu, secretary bird mengandalkan kaki panjang dan cakarnya yang kuat. Burung ini dapat menghentak mangsa berulang kali hingga tidak berdaya.

Ketika menghadapi ular, burung tersebut menggunakan sayapnya untuk mengalihkan perhatian. Sisik pada bagian bawah kakinya juga membantu melindungi dari gigitan ular.

Nama secretary bird memiliki beberapa teori mengenai asal-usulnya. Salah satunya mengaitkan jambul burung dengan pena bulu yang dahulu digunakan para sekretaris.

Para sekretaris abad ke-19 disebut mengenakan pakaian abu-abu dengan celana hitam hingga lutut. Penampilan tersebut dianggap menyerupai warna tubuh dan kaki secretary bird.

Secretary bird juga memiliki nama ilmiah yang berkaitan dengan kebiasaannya memburu ular. Nama Sagittarius serpentarius secara umum diterjemahkan sebagai “pemanah ular”.

Burung ini menghadapi ancaman akibat hilangnya habitat padang rumput. Pembukaan lahan, pembakaran, dan aktivitas peternakan dapat mengganggu habitat serta sumber makanannya.

Secretary bird kini menghadapi risiko kepunahan akibat penurunan populasi dan perubahan habitat. Upaya pemantauan serta perlindungan kawasan menjadi penting untuk menjaga keberadaan spesies ini. (Rahmania Ulfah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....