Indosat dan Srkodit Kolaborasi Hadirkan Karya Seni "Peran-Tara" di Ideafest 2026

  • 06 Sep 2026 02:13 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kolaborasi keduanya diwujudkan dalam sebuah karya seni bertajuk "Peran-Tara”.
  • Peran-Tara sendiri merupakan permainan makna yang berbicara tentang peran manusia sekaligus tara, akal dan kebijaksanaan.

RRI.CO.ID, Jakarta Pusat- Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) bersama seniman Indonesia, Sarkodit berkolaborasi dalam event Ideafest 2026: Re-Humanize. Kolaborasi keduanya diwujudkan dalam sebuah karya seni bertajuk "Peran-Tara”.

Pada Ideafest 2026 Indosat mengusung gagasan gagasan “Heartware Inside the Hardware”. Sebuah pengingat bahwa di balik setiap hardware, sistem, algoritma, dan AI, selalu ada sesuatu yang tidak bisa digantikan oleh mesin.

Adapun sesuatu yang tidak bisa digantikan tersebut adalah manusia dengan rasa ingin tahu, kreativitas, imajinasi, nilai, dan kebijaksanaannya untuk menentukan arah. Gagasan tersebut kemudian diterjemahkan dengan cara yang lebih artistik melalui kolaborasi Indosat dengan Sarkodit, lewat karya instalasi bertajuk “Peran-Tara”.

Nama Peran-Tara sendiri merupakan permainan makna yang berbicara tentang peran manusia sekaligus tara, akal dan kebijaksanaan. Yang kita gunakan untuk memilih, menentukan arah, dan memberi makna pada apa yang kita ciptakan.

Karena pada akhirnya, teknologi mungkin bisa membawa kita ke mana saja. Tetapi manusialah yang tetap harus menentukan arah dan tujuannya

Melalui Peran-Tara, Sarkodit juga merekam perjalanan Indosat dari waktu ke waktu, sebuah perjalanan tentang konektivitas yang terus berkembang. Dari menghubungkan Indonesia dengan dunia, hingga membuka kemungkinan-kemungkinan baru melalui teknologi.

Sarkodit mengatakan, ia melihat gagasan Heartware Inside the Hardware yang dibawa Indosat sebagai ajakan untuk kembali melihat teknologi dari sisi manusia. Menurutnya, teknologi bisa terus berubah dan semakin canggih, tetapi selalu ada manusia di baliknya yang memiliki ide.

"Membuat pilihan, memberikan makna, dan menentukan akan dibawa ke mana teknologi tersebut. Dari situlah Peran-Tara lahir sebagai interpretasi saya terhadap gagasan tersebut," katanya, Sabtu, 5 September 2026.

Menurut SVP-Head of Corporate Communications Indosat, Ovidia Nomia, bagi Indosat, teknologi harus membuka lebih banyak kemungkinan bagi manusia. Mulai dari belajar, bekerja, berkarya, dan terhubung.

Ia mengatakan, semangat inilah yang terus menjadi bagian dari perjalanan Indosat. Dari menghubungkan Indonesia dengan dunia hingga menghadirkan inovasi dan AI yang memberi manfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menjelaskan, Peran-Tara selaras dengan peran Indosat. Yakni sebagai penghubung antara teknologi terbaik dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat.

Bagi Indosat, teknologi, termasuk AI, akan lebih berarti ketika membawa manfaat nyata bagi kehidupan manusia. Semangat ini sejalan dengan #LebihBaikIndosat, bahwa kemutakhiran teknologi pada akhirnya harus membuka lebih banyak kemungkinan bagi manusia.

“Bagi kami, Peran-Tara juga merefleksikan peran Indosat sebagai penghubung antara teknologi terbaik dan kehidupan manusia. Kami percaya teknologi akan semakin berarti ketika dapat diterjemahkan menjadi manfaat dan membuka lebih banyak kemungkinan bagi manusia," katanya.

Di Ideafest 2026: Re-Humanize, Peran-Tara menjadi bagian dari pengalaman interaktif di booth Indosat yang menghidupkan gagasan “Heartware Inside the Hardware”. Pengunjung tidak hanya dapat melihat

karya tersebut, tetapi juga menjelajahi perjalanan teknologi Indosat.

"Pengunjung juga bisa berinteraksi dengan berbagai pengalaman. Yang mengajak kita melihat teknologi dari perspektif yang lebih manusiawi," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....