Warna Kemasan Bisa Pengaruhi Perkiraan Rasa, Ini Penjelasannya

  • 01 Sep 2026 15:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Warna kemasan permen dapat mempengaruhi persepsi konsumen tentang rasa makanan yang akan mereka konsumsi.
  • Penelitian ini diterbitkan di jurnal Food Quality and Preference pada tahun 2018 dan menunjukkan hubungan yang signifikan antara warna visual dan ekspektasi rasa.
  • Konsumen sering menebak rasa permen hanya berdasarkan warna bungkus, menunjukkan pentingnya desain kemasan dalam industri makanan dan minuman.

RRI.CO.ID, Jakarta — Pernahkah kita menebak rasa permen hanya dengan melihat warna bungkusnya? Ternyata, warna kemasan bisa membuat seseorang memiliki dugaan tertentu tentang rasa makanan.

Hal tersebut ditemukan dalam penelitian yang diterbitkan di jurnal Food Quality and Preference pada 2018. Penelitian ini melihat hubungan antara warna bungkus permen dan perkiraan rasa yang muncul pada konsumen.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa warna bungkus dapat memengaruhi rasa yang dibayangkan seseorang sebelum mencicipi makanan. Warna tertentu bahkan lebih mudah dikaitkan dengan rasa tertentu berdasarkan pengalaman sebelumnya.

Permen dengan bungkus berwarna hijau lebih sering dianggap memiliki rasa mint oleh para peserta penelitian. Sementara pada minuman, warna hijau justru lebih sering dikaitkan dengan rasa lemon atau jeruk nipis.

Artinya, warna yang sama bisa membuat orang membayangkan rasa yang berbeda. Jenis makanan dan pengalaman seseorang ikut memengaruhi hubungan antara warna dan rasa tersebut.

Para peneliti kemudian ingin mengetahui apakah perkiraan tersebut benar-benar memengaruhi rasa ketika makanan dicicipi. Mereka menggunakan permen gula putih tanpa rasa yang dibungkus dengan kertas berwarna berbeda.

Hasilnya cukup menarik karena warna bungkus tidak banyak memengaruhi rasa yang dirasakan peserta. Warna tersebut juga tidak membuat peserta lebih yakin bahwa permen memiliki rasa tertentu.

Warna bungkus juga tidak banyak memengaruhi penilaian peserta terhadap tingkat manis atau kesukaan mereka terhadap permen. Dengan kata lain, warna kemasan lebih berpengaruh pada perkiraan awal daripada rasa yang benar-benar dirasakan.

Penelitian tersebut juga menemukan bahwa warna makanan itu sendiri lebih kuat memengaruhi perkiraan rasa dibanding warna kemasan. Ketika warna terlihat langsung pada makanan, peserta lebih mudah menghubungkannya dengan rasa tertentu.

Hal tersebut menunjukkan bahwa otak menggunakan pengalaman sebelumnya untuk memperkirakan rasa makanan. Jika seseorang sering melihat makanan berwarna hijau dengan rasa mint, keduanya dapat semakin mudah dikaitkan.

Hubungan antara warna dan rasa juga tidak selalu berlaku sama bagi semua orang. Pengalaman, kebiasaan, dan lingkungan seseorang dapat membentuk cara mereka menghubungkan warna dengan rasa.

Karena itu, warna pada produk makanan bukan hanya berfungsi untuk membuat kemasan terlihat menarik. Warna juga dapat memberikan petunjuk kepada konsumen mengenai rasa yang mungkin mereka dapatkan.

Jadi, ketika melihat permen berbungkus hijau dan langsung membayangkan rasa mint, hal tersebut bukan sepenuhnya kebetulan. Otak kita memang dapat menggunakan warna sebagai petunjuk untuk memperkirakan rasa sebelum makanan dicicipi. (Rahmania Ulfah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....