Apa Itu Nutri Level pada Minuman Manis? Ini Penjelasan dan Tingkatannya

  • 22 Apr 2026 15:01 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Kesehatan (Kemenkes) resmi menerapkan kebijakan pencantuman label gizi, Nutri Level untuk membantu menilai kandungan gula, garam, dan lemak pada minuman berpemanis.
  • Sistem ini menggunakan kode warna dan huruf, mulai dari A,B,C dan D untuk memudahkan pilihan konsumsi lebih sehat.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) resmi menerapkan kebijakan pencantuman label gizi Nutri Level pada pangan siap saji, khususnya minuman berpemanis. Kebijakan ini ditujukan untuk mendorong masyarakat memilih konsumsi yang lebih sehat.

Istilah Nutri Level mulai diperkenalkan sebagai sistem label gizi pada pangan siap saji di Indonesia. Label ini bertujuan membantu masyarakat memahami kandungan gula, garam, dan lemak (GGL) dalam makanan atau minuman.

Nutri Level merupakan sistem penilaian sederhana berbentuk huruf dan warna. Label ini dirancang agar mudah dibaca sehingga memudahkan konsumen saat memilih produk.

Penerapan label ini banyak dianjurkan pada minuman seperti kopi susu, teh manis, minuman boba, hingga jus dengan tambahan gula. Kemenkes menghimbau informasi dapat dicantumkan di menu, kemasan, maupun aplikasi pemesanan digital.

Secara umum, Nutri Level dibagi menjadi empat kategori berdasarkan kandungan GGL:

  • Level A (hijau tua): Kandungan GGL paling rendah, pilihan paling sehat
  • Level B (hijau muda): Kandungan GGL rendah hingga sedang
  • Level C (kuning): Kandungan GGL cukup tinggi, perlu dibatasi
  • Level D (merah): Kandungan GGL tinggi, sebaiknya dikurangi

Urutan ini membantu konsumen membandingkan tingkat kandungan gizi secara cepat. Semakin tinggi levelnya, maka semakin besar kandungan GGL dalam produk tersebut.

Penerapan label ini umumnya ditemukan pada pangan siap saji, terutama minuman berpemanis. Contohnya seperti kopi susu, teh manis, minuman boba, hingga jus dengan tambahan gula.

Label Nutri Level biasanya dicantumkan pada berbagai media informasi. Mulai dari daftar menu, kemasan, hingga platform pemesanan digital.

Tujuan utama dari sistem ini adalah memberikan edukasi kepada masyarakat. Dengan informasi yang lebih jelas, konsumen diharapkan dapat membuat pilihan yang lebih sehat.

Konsumsi GGL berlebihan diketahui berkaitan dengan berbagai penyakit tidak menular. Di antaranya obesitas, diabetes, hipertensi, hingga penyakit jantung.

Karena itu, keberadaan Nutri Level diharapkan menjadi panduan praktis dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat dapat lebih bijak dalam mengatur pola makan dan minum.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....