Sejumlah Kaktus di KR Cibodas Tersisa 1 Spesimen, Begini Upaya Pelestariannya

  • 26 Agt 2026 00:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BRIN melalui DPKI melakukan upaya pelestarian keanekaragaman tumbuhan dengan mengelola koleksi kaktus di Kebun Raya Cibodas.
  • Pada tahun 2026, Kebun Raya Cibodas memiliki 768 eksperimen kaktus yang terdiri atas 131 nomor koleksi, 33 marga, dan 76 jenis.
  • Beberapa koleksi kaktus masuk dalam IUCN Red List dan terdapat jenis yang hanya tersisa dalam satu spesimen, memerlukan upaya perbanyakan untuk konservasi.

RRI.CO.ID, Jakarta - Direktorat Pengelolaan Koleksi Ilmiah (DPKI) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus melakukan upaya dalam melestarikan keanekaragaman tumbuhan melalui pengelolaan koleksi kaktus di Kebun Raya Cibodas. Pelaksana Fungsi Pemrosesan Koleksi Ilmiah Hayati Hidup - KKI Kebun Raya Cibodas BRIN, Abidin Ibrahim, mengatakan, pada 2026, Kebun Raya Cibodas memiliki 768 eksperimen kaktus yang terdiri atas 131 nomor koleksi, 33 marga, dan 76 jenis.

Sejumlah koleksi tersebut masuk dalam International Union for Conservation of Nature (IUCN) Red List. Selain itu, terdapat beberapa jenis kaktus yang hanya tersisa dalam satu spesimen di koleksi Kebun Raya Cibodas, sehingga menjadi perhatian untuk dilakukan perbanyakan.

Beberapa jenis kaktus tersebut adalah Espostoa baumannii, Ferocactus hamatacanthus, Lemaireocereus hollianus, Mammillaria spinosissima, Mammillaria backebergiana, Opuntia anacantha var. anacantha, Opuntia basilaris, Rhipsalis fasciculata, Setiechinopsis mirabilis, dan Soehrensia formosa. “Upaya yang dilakukan Kebun Raya Cibodas untuk perbanyakan adalah menerapkan sejumlah teknik perbanyakan biji, setek batang, penyerbukan buatan, dan pengambilan anakan,” kata Abidin, dalam webinar Talk About Scientific Collection (TakSon) Series #19, Senin 24 Agustus2026.

Ia menjelaskan, Kebun Raya Cibodas memiliki peran yang penting sebagai pusat konservasi pelestarian tumbuhan di luar habitat aslinya. Menurutnya, kaktus yang seringkali ditemukan di daerah yang kering dan semi-kering menghadapi berbagai ancaman, seperti eksploitasi berlebih dalam bentuk tanaman hias, perubahan iklim, dan alih fungsi lahan.

“Kebun Raya bukan hanya tempat rekreasi, tetapi juga benteng pertahanan terakhir bagi pelestarian tanaman yang rentan terhadap kepunahan,” ujar Abidin. Ia menambahkan, pelestarian yang dilakukan di Kebun Raya Cibodas tidak hanya dilakukan dengan menyimpan dan merawat tanaman.

Kebun Raya Cibodas juga memiliki peran dalam penelitian dan identifikasi, menjaga keberagaman genetik, mendukung pemulihan tanaman, dan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya konservasi. Selain perbanyakan, upaya perawatan pun dilakukan oleh Kebun Raya Cibodas.

Perawatan dilakukan dengan penyiraman, penyiangan, pemupukan, pengendalian hama, dan pembersihan rumah kaca. Penyiraman dilakukan satu minggu sekali atau tergantung pada keadaan kondisi tanaman.

Sedangkan penyiangan adalah pengambilan gulma di sekitar tanaman untuk mengurangi persaingan nutrisi atau sinar matahari. Abidin mengatakan, keberadaan koleksi kaktus di Kebun Raya Cibodas juga memberikan manfaat ekologis, edukatif, dan ekonomi.

Selain mendukung kelestarian keanekaragaman hayati, koleksi tersebut dapat menjadi edukasi mengenai botani dan konservasi serta memiliki potensi sebagai objek wisata dan tanaman hias. Melalui pengelolaan dan pelestarian koleksi ilmiah, Kebun Raya Cibodas diharapkan dapat terus berkontribusi dalam menjaga keanekaragaman tumbuhan untuk masa depan.

“Melestarikan tumbuhan hari ini berarti menjaga kehidupan masa depan,” kata Abidin. (fp/ed: tnt)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....