Apa Itu Black Hole? Begini Proses Terbentuknya Menurut NASA
- 19 Agt 2026 20:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Lubang hitam merupakan wilayah ruang dengan gravitasi sangat kuat yang tidak memungkinkan cahaya untuk melarikan diri.
- Cakrawala peristiwa atau event horizon adalah batas wilayah lubang hitam yang menjadi titik tidak kembali bagi objek dan cahaya.
- Setelah melewati batas cakrawala peristiwa, tidak ada yang dapat keluar kembali dari lubang hitam, termasuk cahaya dan objek apapun.
RRI.CO.ID, Jakarta – Lubang hitam atau black hole merupakan salah satu objek paling ekstrem di alam semesta. Objek ini merupakan wilayah ruang dengan gravitasi sangat kuat hingga cahaya tidak dapat melarikan diri.
Batas wilayah tersebut disebut cakrawala peristiwa atau event horizon. Setelah melewati batas ini, tidak ada objek maupun cahaya yang dapat kembali keluar.
Black hole memiliki beberapa jenis berdasarkan massa dan karakteristiknya. Salah satunya adalah black hole bermassa bintang yang dapat terbentuk dari keruntuhan inti bintang masif.
Melansir NASA, bintang yang sangat masif dapat mengalami keruntuhan inti ketika tidak mampu lagi mempertahankan keseimbangan terhadap gravitasinya. Proses tersebut dapat menghasilkan ledakan supernova dan meninggalkan inti yang kemudian membentuk black hole.
Tidak semua black hole terbentuk melalui keruntuhan bintang. Black hole supermasif memiliki massa ratusan ribu hingga miliaran kali massa Matahari dan berada di pusat galaksi besar.
Salah satunya adalah Sagittarius A* yang berada di pusat Galaksi Bima Sakti. Black hole supermasif tersebut memiliki massa sekitar empat juta kali massa Matahari.
Salah satu bintangnya adalah Sagittarius A yang terletak pada sentral Galaksi Bima Sakti. Lubang hitam supermasif tersebut mempunyai ukuran massa empat juta kali massa Matahari.
Walaupun tidak memancarkan cahaya, keberadaan black hole dapat diketahui melalui pengaruh gravitasinya. Astronom dapat mengamati pergerakan bintang dan gas yang berada di sekitar black hole.
Gas yang tertarik menuju black hole dapat membentuk accretion disk atau piringan akresi. Materi panas dalam piringan tersebut dapat menghasilkan radiasi, termasuk sinar-X, yang membantu astronom mempelajari black hole.
Black hole juga tidak bekerja seperti penyedot debu kosmik yang menarik semua benda di sekitarnya. Objek lain tetap dapat mengorbit black hole jika berada pada jarak yang sesuai.
Black hole juga dapat dideteksi melalui gelombang gravitasi yang dihasilkan ketika dua black hole bertabrakan dan bergabung. LIGO mendeteksi gelombang tersebut sebagai riak ruang-waktu yang merambat hingga mencapai Bumi.
Pada 2019, Event Horizon Telescope berhasil menghasilkan gambar pertama bayangan black hole di galaksi M87. Gambar tersebut memperlihatkan wilayah gelap yang dikelilingi cincin terang dari materi panas di sekitar black hole.
Black hole masih menyimpan berbagai pertanyaan bagi para ilmuwan, termasuk bagaimana black hole supermasif terbentuk. Penelitian terus dilakukan untuk memahami gravitasi ekstrem, evolusi galaksi, dan kondisi materi di sekitar black hole. (Shafira Nursyifa)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....