Dua Planet "Kapas Permen" Ditemukan, jadi Planet Paling Ringan

  • 25 Jun 2026 10:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • NASA menemukan dua planet super-puff, TOI-791 b dan TOI-791 c, yang memiliki kepadatan serendah kapas permen.
  • Meski berukuran mirip Jupiter, massa kedua planet hanya 3 persen dan 5,9 persen dari massa Jupiter.
  • Temuan ini membuka misteri baru tentang proses pembentukan dan evolusi planet raksasa di alam semesta.

RRI.CO.ID, Jakarta - Misi Transiting Exoplanet Survey Satellite (TESS) NASA berhasil mengungkap dua planet unik yang dijuluki sebagai "super-puff". Ini adalah planet raksasa dengan kepadatan sangat rendah.

Mengutip NASA, dua planet ini dinamai TOI-791 b dan TOI-791 c. Bahkan, keduanya sebanding dengan kapas permen (cotton candy).

TOI-791 b dan TOI-791 c disebut sebagai planet "tergembung" atau paling ringan yang pernah ditemukan para astronom. Kedua planet mengorbit bintang mirip Matahari bernama TOI-791 yang berjarak sekitar 1.113 tahun cahaya dari Bumi.

TESS mendeteksi keberadaannya melalui penurunan cahaya bintang yang terjadi secara berulang saat planet melintas di depannya. Hasilnya menunjukkan, TOI-791 b memiliki ukuran hampir sama dengan Jupiter, namun massanya hanya sekitar 3 persen dari massa Jupiter.

Sementara itu, TOI-791 c berukuran lebih besar dari Jupiter. Massanya hanya sekitar 5,9 persen dari massa planet raksasa tersebut.

NASA menilai temuan ini mengejutkan karena keberadaan planet raksasa dengan massa yang sangat kecil sebelumnya tidak diperkirakan. Kondisi tersebut menjadi teka-teki baru mengenai proses pembentukan dan evolusi planet-planet raksasa di alam semesta.

Grafik ini memperlihatkan dua planet raksasa yang mengorbit bintang mirip Matahari TOI-791 jika dibandingkan dengan beberapa planet di tata surya kita (Foto: NASA)

Selain kepadatannya yang sangat rendah, kedua planet juga memiliki periode orbit yang relatif panjang. TOI-791 b membutuhkan 139 hari untuk mengelilingi bintangnya, sedangkan TOI-791 c memerlukan 232 hari.

Pola orbit yang tidak biasa ini berhasil terungkap berkat tujuh tahun pengamatan TESS. Misi ini telah mengumpulkan lebih dari 1.100 hari data sistem planet tersebut.

Para peneliti juga menemukan bahwa kedua planet saling memengaruhi melalui gaya gravitasi. Interaksi ini menyebabkan perubahan waktu transit, membantu ilmuwan menghitung massa planet secara akurat dan mengonfirmasi statusnya sebagai super-puff.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....