IHCBS 2026: Pemanfaatan AI Perlu Diiringi Kesiapan Sumber Daya Manusia

  • 13 Agt 2026 11:38 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indonesia Human Capital & Build Summit (IHCBS) 2026 menekankan pentingnya pemanfaatan AI yang tetap berpusat pada manusia untuk meningkatkan kompetensi SDM.
  • Perkembangan AI menuntut sumber daya manusia Indonesia untuk mengambil langkah nyata dalam beradaptasi dengan perubahan teknologi.
  • Kemampuan adaptasi teknologi diperlukan agar tenaga kerja mampu mengikuti dinamika perubahan dan tetap kompetitif di era digital.

RRI.CO.ID, Jakarta – Indonesia Human Capital & Build Summit (IHCBS) 2026 menekankan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) yang tetap berpusat pada manusia. Pendekatan tersebut dinilai penting agar kemajuan teknologi turut meningkatkan kompetensi dan produktivitas sumber daya manusia Indonesia.

Chairman IHCBS Dr. Ir. Yunus Triyonggo mengatakan perkembangan AI menuntut sumber daya manusia mengambil langkah nyata untuk beradaptasi. Menurutnya, kemampuan tersebut diperlukan agar tenaga kerja mampu mengikuti perubahan teknologi.

Yunus mengatakan pemanfaatan teknologi digital tidak cukup hanya dengan menambahkan AI ke dalam proses bisnis yang berjalan. Organisasi juga perlu menyesuaikan proses dan cara bekerja agar teknologi bisa digunakan secara efektif.

“Jadi kita jangan hanya invest ke AI, sebab kita tidak bisa hanya menyelipkan AI di sela-sela proses bisnis. Kita juga harus redesigning organization, setelahnya kita memakai AI sebagai embedded di dalam format baru agar lebih efisien,” ucap Yunus dalam konferensi pers, Rabu, 12 Agustus 2026.

“Contohnya, anak-anak muda di Indonesia itu bisa kita latih memakai AI agar lebih produktif. Bagaimana memberikan arahan yang benar, bagaimana menyikapi AI dan bagaimana agar dalam penggunaannya dapat meningkatkan produktivitas,” ujarnya.

Ia menilai kesiapan sumber daya manusia menjadi faktor utama dalam menghadapi perubahan tersebut. IHCBS 2026 akan membahas pemanfaatan AI untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja dan memberi manfaat bagi berbagai pihak.

Founder dan CEO GML Suwardi Luis mengatakan tantangan AI bukan hanya soal teknologi, tetapi juga kesiapan manusia dalam penggunaannya. Luis menilai AI harus dilihat sebagai alat yang membantu manusia bekerja lebih cepat dan produktif.

Ia juga menegaskan bahwa AI tidak selalu berarti akan mengurangi lapangan pekerjaan. Menurut Suwardi, perkembangan AI dapat mengurangi beberapa pekerjaan tetapi juga menciptakan lapangan pekerjaan baru.

“AI mengurangi tenaga kerja tapi juga menciptakan tenaga kerja dan plus minus digabung, itu plus. Jadi, agar produktivitas lebih baik, kita perlu AI digitalisasi, yang berfokus pada manusia, didampingi manusia, dan berkemanusiaan,” kata Suwardi.

IHCBS 2026 dijadwalkan berlangsung pada 15–16 September 2026 dengan mengangkat tema semangat kolaborasi dalam meningkatkan produktivitas. Pemanfaatan AI dalam forum tersebut akan dibahas bersamaan dengan pengembangan kemampuan sumber daya manusia Indonesia. (Shafira Nursyifa)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....