Galaksi Bima Sakti Diprediksi Pernah 'Terbalik' 90 Derajat, Ini Penyebabnya

  • 29 Jul 2026 20:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Cakram Bima Sakti diduga pernah berubah orientasi hingga 90 derajat miliaran tahun lalu.
  • Tabrakan dengan Gaia-Sausage-Enceladus kemungkinan berperan dalam perubahan struktur galaksi.
  • Simulasi menunjukkan perubahan cakram dapat membuat rotasi halo bintang menjadi lebih lambat.

RRI.CO.ID, Jakarta – Galaksi Bima Sakti diduga pernah mengalami perubahan orientasi hingga 90 derajat miliaran tahun lalu. Peristiwa tersebut diperkirakan turut mengubah pola orbit Tata Surya mengelilingi pusat galaksi.

Temuan ini berasal dari simulasi superkomputer yang menelusuri perkembangan 25 galaksi mirip Bima Sakti selama miliaran tahun. Mengutip Space.com, para peneliti menemukan galaksi dengan halo bintang yang berotasi lebih lambat.

Galaksi tersebut cenderung pernah mengalami tabrakan langsung dengan galaksi lain dan perubahan orientasi pada cakramnya. Mereka menduga hal ini berkaitan dengan tabrakan Bima Sakti dan galaksi katai Gaia-Sausage-Enceladus sekitar 8-11 miliar tahun lalu.

Gaia-Sausage-Enceladus diperkirakan memiliki massa lebih dari 10 miliar kali massa Matahari sebelum terkoyak oleh gravitasi Bima Sakti. Tabrakan itu membuat bintang-bintang dari Gaia-Sausage-Enceladus tersebar ke dalam halo Bima Sakti dengan lintasan yang tidak sejajar dengan cakram galaksi.

Kondisi tersebut membuat halo memiliki pola rotasi yang lebih lambat dibandingkan material di cakram. Namun, halo bintang Bima Sakti selalu menjadi fenomena yang unik.

Misi Gaia dari Badan Antariksa Eropa (ESA) mengukur pergerakan bintang-bintang di halo Bima Sakti. Hasilnya menunjukkan, bintang-bintang tersebut berputar lebih lambat dibandingkan materi lain di dalam cakram spiral.

Model superkomputer, dipimpin oleh Kirill Batrakov dari Universitas Durham, kemudian mengidentifikasi kemungkinan penyebabnya. Penyebab tersebut berkaitan dengan penggabungan galaksi dan perubahan orientasi cakram spiral.

Dalam simulasi, Batrakov dan timnya melacak evolusi 25 galaksi yang menyerupai Bima Sakti selama miliaran tahun. Mereka menemukan galaksi dengan halo yang berputar lambat cenderung pernah bertabrakan frontal dengan galaksi lain dan cakramnya berubah orientasi.

Simulasi juga menunjukkan perubahan orientasi cakram galaksi tidak selalu membutuhkan tabrakan dengan galaksi lain. Setelah cakram berubah arah, halo membutuhkan waktu untuk menyesuaikan orientasi dan rotasinya sehingga menghasilkan perbedaan gerak antara keduanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....