Lubang Hitam Misterius Terdeteksi Melahap Bintang Jauh dari Pusat Galaksi
- 28 Jul 2026 10:52 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Teleskop Swift NASA menemukan lubang hitam supermasif yang melahap bintang di pinggir galaksi, bukan di pusat galaksi.
- Peristiwa tidal disruption event ini sempat bersinar lebih terang daripada galaksi induknya.
- Penemuan membuka metode baru untuk mencari lubang hitam “pengembara” di alam semesta.
RRI.CO.ID, Jakarta – Teleskop Neil Gehrels Swift Observatory NASA menemukan lubang hitam supermasif yang diduga sedang "mengembara" jauh dari pusat galaksi. Lubang hitam tersebut terdeteksi saat melahap bintang di pinggiran galaksi, berjarak sekitar 750 juta tahun cahaya dari Bumi.
Penemuan ini, mengutip NASA, Selasa, 28 Juli 2026, tergolong sangat langka. Hal ini karena sebelumnya peristiwa serupa hanya ditemukan di pusat galaksi, tempat lubang hitam supermasif umumnya berada.
Peristiwa tersebut dikenal sebagai tidal disruption event. Fenomena ini terjadi ketika sebuah bintang melintas terlalu dekat dengan lubang hitam hingga tercabik oleh gaya gravitasi.
Cahaya ledakan yang dihasilkan sempat bersinar lebih terang daripada seluruh galaksi induknya pada panjang gelombang ultraviolet. Para peneliti memperkirakan lubang hitam itu memiliki massa sekitar satu juta kali massa Matahari.
Sinyal awal pertama kali terdeteksi pada November 2025 oleh Zwicky Transient Facility (ZTF) di California. Menariknya, sistem berhasil mengenali kilatan cahaya yang menyerupai tidal disruption event meskipun berlokasi di pinggiran galaksi.
Pengamatan lanjutan menunjukkan, suhu peristiwa itu mencapai sekitar 30 ribu derajat Celsius. Kombinasi data ini membantu ilmuwan memastikan bahwa fenomena tersebut memang merupakan bintang yang sedang dihancurkan oleh lubang hitam.
Para astronom menduga lubang hitam tersebut berasal dari galaksi kecil yang kemudian bergabung dengan galaksi yang lebih besar. Ia diperkirakan terlempar ke tepi galaksi akibat interaksi gravitasi antara lubang-lubang hitam supermasif selama proses penggabungan galaksi.
Penemuan ini membuka peluang baru untuk mencari lubang hitam supermasif yang selama ini tersembunyi di luar pusat galaksi. Temuan tersebut juga diharapkan dapat membantu ilmuwan memahami seberapa umum keberadaan lubang hitam "pengembara" di alam semesta.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....