Kapal Antariksa LINK Alami Kendala, Misi Penyelamatan Teleskop Swift Terhambat
- 29 Jul 2026 10:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- LINK mengalami gangguan kendali orientasi yang menyebabkan wahana berputar dan komunikasi tidak stabil.
- Dua dari tiga roda reaksi LINK tidak berfungsi, tetapi sebagian besar subsistem utama masih normal.
- Katalyst dan NASA akan mengevaluasi ulang rencana LINK untuk meningkatkan orbit teleskop Swift.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kapal antariksa LINK milik Katalyst mengalami gangguan sistem kendali orientasi saat menjalani tahap awal operasional. Gangguan tersebut menyebabkan wahana berputar dan komunikasi dengan tim di Bumi berlangsung secara tidak stabil.
Mengutip NASA, Rabu, 29 Juli 2026, pemeriksaan awal menunjukkan dua dari tiga roda reaksi LINK tidak dapat beroperasi. Wahana juga mengalami sebagian kehilangan fungsi pada sistem pendorong gas dinginnya.
Meski demikian, sebagian besar subsistem utama LINK masih berfungsi sesuai harapan. Sementara itu, pasokan daya dan komunikasi dengan tim Katalyst tetap terjaga.
LINK dirancang untuk mendekati, menangkap, dan meningkatkan ketinggian orbit Neil Gehrels Swift Observatory milik NASA. Langkah tersebut diperlukan untuk membantu memperpanjang masa operasional Swift yang orbitnya perlahan menurun akibat hambatan atmosfer.
Tim Katalyst kini berupaya menghentikan putaran LINK dalam beberapa hari ke depan dengan memanfaatkan pendorong propulsi listrik. Setelah stabil, tim akan mengevaluasi kondisi LINK dan menyesuaikan sistem panduan, navigasi, serta kendalinya dengan konfigurasi baru.
Katalyst bersama tim NASA selanjutnya akan menilai kembali rencana pendekatan dan penangkapan Swift. Keputusan tersebut akan bergantung pada kondisi kesehatan LINK dan tingkat keamanan manuver yang dapat dilakukan.
Sebelumnya, LINK diluncurkan pada 3 Juli lalu dan berhasil menyelesaikan rangkaian aktivasi awal setelah peluncuran. Tujuannya untuk menaikkan ketinggian orbit Neil Gehrels Swift Observatory yang menurun lebih cepat dari perkiraan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....