James Webb Temukan Bukti Terkuat Fenomena “Bintang Lubang Hitam”

  • 12 Jun 2026 11:21 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Objek little red dots GLIMPSE-17775 diduga merupakan lubang hitam supermasif dengan selubung gas padat.
  • Analisis menemukan lebih dari 40 garis spektrum, termasuk “hutan besi” yang mengindikasikan sumber energi sangat kuat.
  • Efek pelensaan gravitasi Abell S1063 memperkuat data pengamatan hingga setara 80 jam teleskop.

RRI.CO.ID, Jakarta - Teleskop James Webb NASA menemukan bukti terkuat terkait fenomena “bintang lubang hitam” atau black hole stars. Penemuan ini berawal dari objek misterius yang dikenal sebagai little red dots yang pertama kali teridentifikasi pada 2022.

Salah satu objek tersebut, bernama GLIMPSE-17775, kini menjadi kunci dalam mengungkap teka-teki kosmik tersebut. Tim dari University of Texas at Austin, Vasily Kokorev, menganalisis spektrum terdalam yang pernah diperoleh dari objek tersebut.

Hasilnya, GLIMPSE-17775 kemungkinan merupakan lubang hitam supermasif yang diselimuti lapisan gas padat yang terionisasi sebagian. Model ini dikenal sebagai skenario BH* atau black hole star.

Para ilmuwan menemukan lebih dari 40 garis spektrum. Di antaranya termasuk hidrogen, oksigen, helium, dan besi, yang tidak sesuai dengan model sederhana awan gas berputar.

Sebaliknya, data menunjukkan efek hamburan elektron, menandakan keberadaan selubung gas padat di sekitar sumber energi yang sangat kuat. “Dengan GLIMPSE-17775, kita dapat menguji model-model ini berkat kedalaman dan keunikan spektrum sumber ini,” ujar Kokorev, dikutip NASA, Jumat, 12 Juni 2026.

Ditemukan pula fenomena “hutan besi” yang terdiri dari 16 garis spektrum besi, serta indikasi fluoresensi dan penyerapan helium. Semua ini mengarah pada kesimpulan adanya lubang hitam yang tumbuh dengan cepat dan dikelilingi oleh medium gas padat.

Objek GLIMPSE-17775 sendiri berada sangat jauh dan terlihat melalui efek pelensaan gravitasi dari gugus galaksi Abell S1063. Efek ini memperkuat pengamatan hingga setara dengan 80 jam waktu teleskop, meskipun pengamatan asli hanya berlangsung selama 30 jam.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....