Energi Jet Lubang Hitam Cygnus X-1 Terungkap Setara 10.000 Matahari
- 20 Apr 2026 03:11 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Peneliti internasional dari Curtin University berhasil mengukur kekuatan energi jet lubang hitam Cygnus X-1 yang setara dengan sepuluh ribu matahari.
- Studi astronomi tersebut membuktikan bahwa sekitar sepuluh persen energi yang dihasilkan sistem lubang hitam dilepaskan kembali melalui semburan jet.
- Ilmuwan menemukan bahwa kecepatan pancaran jet sistem biner tersebut meluncur sangat cepat mencapai angka 150.000 kilometer pada setiap detiknya.
RRI.CO.ID, Perth - Peneliti dari Curtin University di Perth, Australia, berhasil mengungkap kekuatan besar pancaran energi jet dari sistem lubang hitam. Informasi mengenai kekuatan jet sistem Cygnus X-1 dirilis dalam publikasi Nature Astronomy pada Kamis, 16 April 2026.
Pengukuran energi jet pada sistem Cygnus X-1 terbukti mengeluarkan energi yang setara dengan 10.000 matahari. Riset ini telah mengonfirmasi teori mengenai bagaimana lubang hitam membantu pembentukan beragam struktur utama dari alam semesta.
Para ilmuwan memakai jaringan teleskop radio jarak jauh guna mengukur kekuatan seketika dari semburan jet ruang angkasa itu. Riset kolaboratif tingkat global ini digerakkan langsung oleh pihak Curtin Institute of Radio Astronomy (CIRA).
Penulisan karya ilmiah ini juga melibatkan International Centre for Radio Astronomy Research (ICRAR). Steve Prabu merupakan penulis utama riset ini yang kini bertugas di Universitas Oxford Inggris.
Prabu menjelaskan tarian jet berbelok karena dorongan angin bintang maharaksasa saat lubang hitam bergerak menyusuri lintasan orbit aslinya. Ia menjelaskan pancaran sistem biner ini terus menerus terhempas oleh tiupan angin dari bintang super raksasa.
“Temuan kunci dari penelitian ini adalah bahwa sekitar sepuluh persen energi yang dilepaskan saat materi jatuh ke arah lubang hitam dibawa pergi oleh jet,” kata Steve Prabu yang melakukan analisis mendalam mengenai semburan jet tersebut dari wilayah Australia Barat.
| Baca juga: Teleskop Hubble Ungkap Pesona Galaksi IC 486 |
Pakar tersebut juga berhasil mengukur kecepatan semburan jet ruang angkasa yang menantang komunitas ilmiah dunia selama puluhan tahun. Pancaran jet bergerak separuh laju cahaya atau mencapai nilai 150.000 kilometer tiap satu detiknya ke dalam ruang angkasa.
“Inilah yang biasanya diasumsikan oleh para ilmuwan dalam model simulasi alam semesta skala besar, namun sulit untuk dikonfirmasi melalui pengamatan sampai sekarang,” ucap Steve Prabu.
James Miller-Jones ikut terlibat sebagai rekan penulis yang ia berasal dari lembaga CIRA serta pihak Curtin node ICRAR. James menjelaskan bahwa teknik pemantauan lama belum dapat memberikan perbandingan energi sinar-X secara instan pada tiap materi jatuh.
“Metode sebelumnya hanya bisa mengukur daya rata-rata jet selama ribuan atau bahkan jutaan tahun, mencegah perbandingan akurat dengan energi sinar-X yang dilepaskan secara seketika dari materi yang jatuh,” ujar Profesor James Miller-Jones.
Pemahaman ini menempatkan teori pada sebuah dasar empiris guna membantu proses penghitungan keluaran energi yang dipancarkan secara terus-menerus. Berbagai teori menyiratkan bahwa perilaku fisik sekitar lubang hitam di angkasa luas hampir identik bagi setiap massa sistem.
“Dan karena teori kami menunjukkan bahwa fisika di sekitar lubang hitam sangat mirip, kami sekarang dapat menggunakan pengukuran ini untuk menambatkan pemahaman kami tentang jet, baik itu berasal dari lubang hitam yang massanya sepuluh atau sepuluh juta kali massa Matahari,” katanya.
Semburan besar lubang hitam memberikan umpan balik yang signifikan sekaligus kritis bagi perkembangan evolusi galaksi di alam semesta. Observatorium mutakhir di Australia Barat serta Afrika Selatan pun terus dibangun demi mendeteksi keberadaan jutaan semburan galaksi lain.
“Dengan proyek teleskop radio seperti Square Kilometre Array Observatory yang saat ini sedang dibangun di Australia Barat dan Afrika Selatan, kami berharap dapat mendeteksi jet dari lubang hitam di jutaan galaksi yang jauh, dan titik jangkar yang diberikan oleh pengukuran baru ini akan membantu mengalibrasi output daya keseluruhan mereka. Jet lubang hitam memberikan sumber umpan balik yang penting bagi lingkungan sekitarnya dan sangat penting untuk memahami evolusi galaksi,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....