BRIN Kembangkan Riset Multidisiplin untuk Menguak Jejak Kota Majapahit
- 25 Jul 2026 18:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- BRIN memperkuat penelitian Kota Majapahit di Trowulan melalui pendekatan multidisiplin untuk mengungkap sejarah yang masih belum terungkap.
- Penelitian melibatkan berbagai bidang ilmu, seperti geologi, geografi, arsitektur, teknologi digital, penginderaan jauh, dan kecerdasan artifisial.
- BRIN menggandeng berbagai lembaga serta menyiapkan riset jangka panjang guna mendukung pelestarian kawasan Majapahit dan penguatan arkeologi nasional.
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memperkuat penelitian peradaban Majapahit melalui pendekatan multidisiplin di Trowulan, Jawa Timur. Langkah tersebut diharapkan mampu mengungkap berbagai aspek sejarah yang hingga kini masih menyimpan banyak tanda tanya.
Kepala PRAPS BRIN, Irfan Mahmud mengatakan, penelitian arkeologi sejak dekade 1990-an telah menghasilkan banyak temuan penting. Meski demikian, sejumlah informasi mengenai Kota Majapahit masih memerlukan penelitian lanjutan yang lebih mendalam.
"Masih banyak bagian Kota Majapahit yang belum sepenuhnya terungkap, mulai dari batas wilayah hingga sistem pengelolaan airnya. Karena itu, penelitian harus terus dikembangkan agar gambaran sejarah Majapahit semakin lengkap dan akurat," ujarnya dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Sabtu, 25 Juli 2026.
Menurutnya, kajian mengenai Majapahit tidak dapat mengandalkan arkeologi semata karena perkembangan kotanya sangat kompleks dan dinamis. Penelitian juga perlu melibatkan ilmu geologi, geografi, arsitektur, teknologi digital, penginderaan jauh, hingga kecerdasan artifisial.
Ia berharap, pendekatan lintas disiplin mampu menghasilkan rekonstruksi sejarah yang lebih utuh. Tidak hanya itu, hasil penelitian juga diharapkan menjadi dasar penting dalam menjaga nilai sejarah Majapahit bagi generasi mendatang.
"Majapahit merupakan memori kolektif bangsa yang mencerminkan perkembangan politik, ekonomi, teknologi, tata kota, serta interaksi budaya Nusantara. Karena itu, penelitian harus berjalan seiring dengan upaya pelestarian kawasan bersejarah,"
Ia menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai lembaga untuk mendukung penelitian sekaligus menjaga kelestarian kawasan Trowulan. Kerja sama melibatkan Kementerian Kebudayaan, Balai Pelestarian Kebudayaan, IAAI, perguruan tinggi, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan lainnya.
Sementara itu, Kepala Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa, dan Sastra BRIN, Hery Jogaswara memastikan, BRIN terus mendukung ekskavasi Majapahit. Salah satunya melalui koordinasi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan.
"Kami tengah menyiapkan program penelitian jangka panjang di Situs Liyangan, Jawa Tengah. Hal ini sebagai bagian penguatan riset arkeologi nasional," kata Hery.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....