BRIN dan Denso Kembangkan Teknologi Manufaktur Cerdas

  • 24 Jul 2026 22:37 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Transformasi industri manufaktur menuju industri cerdas memerlukan inovasi teknologi yang mampu meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan daya saing industri. Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Pusat Riset Teknologi Manufaktur Mesin Produksi (PRTMMP) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjalin kerja sama riset dengan PT Denso Manufacturing Indonesia (DMIA) dalam pengembangan sistem intelijen untuk mobilisasi material dan penjamin kualitas produk di industri manufaktur.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Riset dan Pengembangan Sistem Intelijen untuk Mobilisasi dan Penjamin Kualitas Produk pada Industri Manufaktur yang berlangsung di kantor PT Denso Manufacturing Indonesia, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Kamis, 23 Juli 2026.

Kepala PRTMMP BRIN, Mahfudz Al Huda, menjelaskan bahwa kerja sama ini bertujuan menyinergikan sumber daya, kompetensi, dan fasilitas kedua institusi dalam pelaksanaan riset dan pengembangan teknologi manufaktur.

"Kolaborasi ini diarahkan untuk menghasilkan desain, rekayasa (engineering), hingga purwarupa sistem intelijen yang mendukung mobilisasi material dan penjamin kualitas produk pada proses manufaktur," ujar Mahfudz.

Menurutnya, kemitraan BRIN dan PT Denso Manufacturing Indonesia diharapkan dapat mempercepat hilirisasi hasil riset melalui pengembangan teknologi yang siap diterapkan di sektor industri.

"Sinergi antara peneliti dan pelaku industri tidak hanya menghasilkan inovasi yang aplikatif, tetapi juga memperkuat ekosistem riset dan inovasi nasional dalam mendukung transformasi industri menuju manufaktur yang lebih cerdas, efisien, dan berdaya saing global," ungkapnya.

Riset yang dikembangkan mencakup berbagai teknologi pendukung otomasi industri. Perekayasa Ahli Madya PRTMMP BRIN, Sasono Rahardjo, menjelaskan bahwa salah satu fokus penelitian adalah pengembangan power supply dan driver motor brushed DC yang efisien dan andal untuk berbagai aplikasi industri elektromekanik.

"Teknologi tersebut juga berpotensi dimanfaatkan pada pengembangan produk inovatif, seperti smart wheelchair, sekaligus membuka peluang diversifikasi produk berbasis hasil riset nasional," kata Sasono.

Selain itu, penelitian diarahkan pada pengembangan sistem yang mengintegrasikan teknologi penggerak, manajemen daya, sensor, dan sistem kendali cerdas. Integrasi tersebut diharapkan mampu menghasilkan produk yang lebih aman, ergonomis, adaptif, serta memiliki nilai tambah yang lebih tinggi bagi kebutuhan industri manufaktur modern.

Kerja sama ini juga mencakup pengembangan traffic management system untuk Automated Guided Vehicle (AGV) indoor yang digunakan pada lini produksi. Sistem tersebut meliputi pengaturan rute, penjadwalan, koordinasi multi-AGV, hingga mekanisme penghindaran konflik secara otomatis. Penerapannya diharapkan dapat meningkatkan efisiensi aliran material, memperkuat keselamatan operasional, serta mendukung integrasi AGV dengan sistem manufaktur cerdas yang telah diterapkan di lingkungan industri. (IS/ed:jnn)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....