Peneliti BRIN Kembangkan Cat Khusus untuk Pipa Boiler Pembangkit

  • 16 Sep 2026 18:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Katalisis bekerja sama dengan Pusat Riset Material Energi mengembangkan Ceramic Slurry Coating, cat pelapis khusus untuk melindungi permukaan logam dari korosi dan kondisi operasional bertemperatur tinggi. Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Katalisis BRIN, Kiky Corneliasari Sembiring menjelaskan bahwa riset ini dikembangkan untuk mendukung keselamatan dan keandalan operasional pembangkit, khususnya pembangkit berbasis batubara dan waste to energy.

“Ceramic Slurry Coating adalah cat khusus yang diaplikasikan pada permukaan logam yang memberikan lapisan keras dan tahan terhadap korosi pada kondisi operasional tinggi. Lapisan tersebut diharapkan dapat melindungi pipa boiler dari korosi suhu tinggi sekaligus meminimalkan terbentuknya slagging,” ujar Kiky, Selasa, 15 September 2026.

Menurutnya, penelitian ini mengembangkan dua formulasi Ceramic Slurry Coating. Formulasi berbasis kobalt berwarna biru ditujukan untuk fasilitas waste to energy karena memiliki kekerasan tinggi dan ketahanan terhadap korosi akibat pembakaran sampah.

Sementara itu, formulasi berbasis kromium berwarna hijau ditujukan bagi industri pengguna boiler karena memiliki stabilitas termal tinggi dan dapat digunakan pada kondisi operasional bersuhu tinggi. “Kami mempunyai dua formulasi. Yang pertama berbasis kobalt untuk waste to energy, sedangkan yang kedua berbasis kromium ditujukan untuk industri yang menggunakan boiler,” kata Kiky.

Kiky mengungkapkan, kebutuhan Ceramic Slurry Coating di Indonesia selama ini masih dipenuhi melalui produk impor, terutama dari Amerika Serikat. Produk yang dikembangkan BRIN menjadi alternatif berbasis formulasi dalam negeri dengan performa yang setara produk komersial dan nilai tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang tinggi.

“Selama ini di Indonesia belum ada yang memproduksi Ceramic Slurry Coating. Kami menjadi pionir untuk menyediakan Ceramic Slurry Coating berbasis formulasi mandiri,” ungkapnya.

Produk tersebut telah melalui berbagai pengujian, antara lain stabilitas termal hingga temperatur 1.000 derajat Celsius, daya rekat melalui bond strength test, serta uji kekerasan. Teknologi ini juga telah diuji dan diterapkan pada lingkungan operasi sebenarnya, salah satunya unit boiler PLTU Bengkayang, Kalimantan Barat. Dengan hasil tersebut, Ceramic Slurry Coating telah mencapai Tingkat Kesiapterapan Teknologi (TKT) 8, yang menunjukkan teknologi telah teruji dan diterapkan pada lingkungan operasional sebenarnya.

Kiky menerangkan bahwa teknologi ini menyasar pembangkit listrik berbasis batubara dan waste to energy, serta industri pengguna boiler seperti sektor energi dan industri kimia. “Saat ini, sekitar 30 persen bahan bakunya masih bergantung pada impor sehingga produk belum tersedia dalam bentuk stok dan menggunakan sistem pre-order dengan waktu pemesanan minimal satu bulan,” urainya.

Dalam mendukung hilirisasi, BRIN telah memiliki dua paten untuk dua formulasi Ceramic Slurry Coating dan tengah menyiapkan lisensi industri. Produksi skala besar dan komersialisasi direncanakan melalui kemitraan dengan PT Matea Prima Power, sementara kerja sama pemanfaatan produk dilakukan bersama Gamma Prima Engineering dan PT NHTS.

“Kami berharap Ceramic Slurry Coating dapat digunakan di sektor industri dalam negeri. Inovasi anak negeri diberikan ruang untuk diaplikasikan di negeri sendiri sehingga Indonesia akan semakin maju,” pungkas Kiky. (adl,sm/ed:aj,jml)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....