Waspada Penyalahgunaan Deepfake AI, Kenali Dampak Negatifnya

  • 21 Jul 2026 23:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Aplikasi Deepfake AI mengalami pertumbuhan signifikan dan penyebaran luas di berbagai platform media sosial, memudahkan pembuatan konten video manipulasi.
  • Teknologi Deepfake memiliki akurasi tinggi dalam menggabungkan wajah buatan dengan wajah asli, sehingga video terlihat sangat mirip dengan yang asli.
  • Deepfake AI sering digunakan untuk membuat video yang seolah-olah menampilkan selebriti, aktor, atau tokoh publik mengatakan sesuatu yang tidak pernah mereka katakan sebenarnya.

RRI.CO.ID, Jakarta - Di tengah berkembangnya teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), penggunaan aplikasi Deepfake AI kini makin marak. Terutama yang beredar di berbagai platform media sosial.

Mungkin kita pernah melihat sebuah video selebriti/aktor atau seseorang yang dikenal yang dibuat seolah mereka berkata sesuatu. Dengan Deepfake AI, wajah pemeran buatan dengan wajah asli pemerannya hampir akurat.

Hal tersebut meningkatkan kekhawatiran masyarakat akan penggunaan Deepfake AI di masa mendatang. Karena penggunaannya berisiko disalahgunakan untuk hal-hal yang tidak diinginkan.

Sebelumnya, apa itu Deepfake AI? Ini adalah sebuah teknologi kecerdasan buatan yang digunakan untuk memanipulasi audio dan video. Biasanya untuk memproduksi konten yang meyakinkan.

Contoh positif pengaplikasian ini adalah mengganti wajah stuntman dan membuat pembelajaran interaktif. Adapun untuk mempermudah seniman ketika ingin mengeksplorasi animasi atau efek visual tertentu.

Tetapi, sebagaimana dilansir dari Komdigi, AI ini juga menyimpan risiko untuk dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab. Aplikasi ini juga bisa berdampak negatif karena sering kali digunakan untuk melakukan kejahatan siber.

Salah satu dampak negatifnya adalah penipuan keuangan, dengan memalsukan wajah atau suara orang. Hal ini sangat membahayakan karena data pribadi mereka akan diselewengkan, seperti digunakan untuk mengajukan pinjaman online (pinjol).

Dampak negatif lain adalah eksploitasi atau pelecehan daring, contohnya, menaruh wajah seseorang pada tubuh orang lain. Hal ini sering dilakukan untuk memeras, mempermalukan, atau bahkan melecehkan korban.

Dengan meningkatnya pemakaian aplikasi ini, kita harus semakin berhati-hati terhadap beragam hal yang ada di dunia maya. Kita bisa berhati-hati dengan mengetahui dampak buruk dari penggunaannya.

Alangkah lebih baik jika kita bisa membedakan konten produksi orisinal dan buatan AI. Caranya adalah memperhatikan lebih dalam, karena ciptaan AI biasanya terlihat aneh dan tidak natural. (Shafira Nursyifa)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....