NASA Minta Masukan Industri AS soal Pengembangan Teknologi di Permukaan Bulan

  • 30 Jun 2026 06:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • NASA mengajak industri AS mengembangkan teknologi untuk mendukung pembangunan pangkalan manusia di Bulan.
  • Fokus pengembangan mencakup pembangkit listrik, produksi oksigen, manufaktur antariksa, tenaga radioisotop, dan nanomaterial.
  • Masukan industri dibuka hingga 17 Juli 2026 untuk menyempurnakan program teknologi eksplorasi Bulan.

RRI.CO.ID, Jakarta - NASA membuka permintaan masukan dari industri Amerika Serikat untuk mempercepat teknologi pembangunan pangkalan manusia di Bulan. Program ini menjadi bagian dari inisiatif Lunar Enabling Infrastructure Accelerator.

Mengutip NASA, Selasa, 30 Juni 2026, program itu bertujuan meningkatkan kesiapan teknologi eksplorasi Bulan. Tak hanya itu, mereka juga menargetkan kawasan cislunar (ruang antara Bumi dan Bulan).

Pihaknya mengajak perusahaan, perguruan tinggi, dan organisasi nirlaba mengembangkan berbagai teknologi penting. Ini meliputi sistem pembangkit listrik di permukaan Bulan, produksi oksigen dari sumber daya lokal, dan generator tenaga radioisotop.

Upaya ini diharapkan mampu mengurangi risiko serta mempercepat penerapan sistem yang dibutuhkan. Direktur Divisi Riset dan Teknologi Lanjutan NASA, Greg Stover, mengatakan investasi teknologi antariksa membuka peluang yang sebelumnya dianggap mustahil.

Menurutnya, kehadiran manusia secara berkelanjutan di Bulan membutuhkan inovasi dari industri komersial. Ia menyebut setidaknya lima bidang utama yang menjadi fokus program ini.

Di antaranya pembangkit listrik permukaan, tenaga radioisotop, pemanfaatan sumber daya di Bulan, manufaktur luar angkasa, serta nanomaterial inovatif. Teknologi tersebut diharapkan dapat menghasilkan bahan bakar, air, oksigen, hingga peralatan penting langsung di Bulan.

Sehingga, program ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada pasokan dari Bumi. NASA meminta masukan dari para pelaku industri terkait persyaratan teknis, jadwal, hingga metode evaluasi sebelum dokumen final diterbitkan.

Masa konsultasi publik dibuka hingga 17 Juli 2026. Sementara penerima program nantinya akan mengembangkan dan menguji prototipe teknologi untuk mendukung misi eksplorasi Bulan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....