NASA Uji Teknologi Pengisian Bahan Bakar di Orbit untuk Misi Antariksa Masa Depan
- 28 Jun 2026 14:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- NASA kembangkan cryocoupler, teknologi pengisian bahan bakar pesawat antariksa di orbit untuk mendukung misi eksplorasi ruang angkasa jarak jauh.
- Cryocoupler mampu mentransfer hidrogen dan oksigen cair bersuhu sangat rendah secara otomatis tanpa memerlukan astronaut melakukan spacewalk.
- NASA menguji teknologi ini dengan nitrogen cair dan simulasi docking tidak presisi untuk memastikan sistem tetap andal di lingkungan luar angkasa.
RRI.CO.ID, Jakarta - NASA mengembangkan teknologi pengisian bahan bakar pesawat antariksa di orbit Bumi sebelum melanjutkan perjalanan ke luar angkasa. Teknologi bernama cryocoupler ini diharapkan menjadi komponen penting dalam misi eksplorasi ruang angkasa jarak jauh di masa depan.
Dukutip laman NASA, Cryocoupler berfungsi sebagai penghubung antara pesawat antariksa dan depot bahan bakar di orbit. Ini layaknya nozzle pompa bensin di Bumi.
Teknologi ini dirancang untuk mentransfer propelan kriogenik, seperti hidrogen cair dan oksigen cair. Zat ini harus berada pada suhu sangat rendah agar tidak kehilangan performa maupun volumenya selama proses pengisian.
Pengisian bahan bakar kriogenik di orbit antara dua wahana antariksa belum pernah dilakukan sebelumnya. Demikian disampaikan Manajer proyek cryocoupler NASA, Travis Belcher.
Menurutnya, kemampuan ini akan menjadi kunci bagi berbagai misi eksplorasi NASA di masa mendatang. “Ini menjadi salah satu tantangan teknik paling kompleks dalam penerbangan antariksa,” kata Travis.
Cryocoupler dirancang agar dapat terhubung dan dilepas berkali-kali secara otomatis tanpa spacewalk. Sistem ini juga dibuat lebih ringkas dan mampu bertahan di lingkungan ekstrem luar angkasa.
Untuk menguji teknologinya, NASA bersama perusahaan L3Harris melakukan serangkaian pengujian di NASA Marshall Space Flight Center. Pengujian pertama menggunakan nitrogen cair bersuhu minus 321 derajat Fahrenheit untuk melihat cryocoupler merespons suhu ekstrem akibat pendinginan.
Selain itu, tim menguji cryocoupler saat proses penyambungan dengan simulasi posisi pesawat yang tidak sejajar sempurna menggunakan meja robotik. Pengujian ini bertujuan memastikan sistem tetap dapat bekerja meski proses docking tidak berlangsung secara presisi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....