NASA Pangkas Program Artemis, Kontrak Perangkat Rp96 Triliun Dibatalkan

  • 28 Jun 2026 15:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • NASA membatalkan kontrak perangkat Artemis senilai 5,9 miliar dolar AS.
  • Artemis memusatkan fokus pada pendaratan Artemis 4 tahun 2028 dan pembangunan pangkalan di permukaan Bulan.

RRI.CO.ID, Jakarta - NASA membatalkan kontrak perangkat keras Program Artemis sebesar USD5,9 miliar atau sekitar Rp96 triliun. Hal ini diungkap Audit terbaru dari Kantor Inspektur Jenderal NASA, dilansir Space.com, Minggu, 28 Juni 2026.

Nilai tersebut membengkak dari kontrak awal sebesar USD2,9 miliar sebelum proyek dihentikan. Pembatalan itu merupakan dampak dari restrukturisasi besar Program Artemis yang diumumkan NASA awal tahun ini.

Dalam rencana baru, pendaratan berawak di Bulan diundur dari misi Artemis 3 menjadi Artemis 4. Sementara desain roket Space Launch System (SLS) disederhanakan dengan membatalkan versi peningkatannya.

Selain itu, NASA juga menghentikan pembangunan stasiun luar angkasa Gateway di orbit Bulan. Pihaknya mengalihkan fokus untuk membangun pangkalan permanen di permukaan Bulan.

Perubahan tersebut membuat sejumlah perangkat keras yang sebelumnya dikembangkan tidak lagi digunakan. Beberapa proyek yang dibatalkan meliputi Exploration Upper Stage (EUS) untuk roket SLS, adaptor roket.

NASA juga membatalkan menara peluncuran berukuran lebih besar. Hingga modul Habitation and Logistics Outpost (HALO) yang semula akan menjadi bagian dari Gateway.

Laporan audit menunjukkan, berbagai proyek tersebut mengalami pembengkakan biaya, keterlambatan bertahun-tahun, serta sejumlah kendala teknis. Menurut auditor, apabila proyek tetap dilanjutkan, biaya maupun jadwal penyelesaiannya diperkirakan akan terus meningkat.

NASA kini menargetkan pendaratan astronaut di Bulan melalui misi Artemis 4 pada 2028. Badan antariksa menilai restrukturisasi program diperlukan agar target kembali ke bulan sebelum akhir dekade dapat lebih realistis untuk dicapai.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....