Misi Swift Boost Siap Diluncurkan 30 Juni 2026
- 28 Jun 2026 15:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Misi penyelamatan satelit Swift dijadwalkan meluncur pada 30 Juni 2026 untuk menaikkan kembali orbitnya.
- Satelit robotik LINK akan menangkap dan mendorong Swift agar terhindar dari jatuh ke atmosfer Bumi.
- Misi ini juga menjadi uji layanan satelit komersial, sekaligus memperpanjang masa operasional Observatorium Swift.
RRI.CO.ID, Jakarta - Misi untuk menaikkan orbit Observatorium Neil Gehrels Swift NASA siap diluncurkan paling cepat pada Selasa, 30 Juni 2026. Peluncuran dilaksanakan dari Atol Kwajalein, Republik Kepulauan Marshall di Samudra Pasifik Selatan.
Satelit servis robotik bernama LINK, oleh Katalyst Space, akan diluncurkan ke orbit menggunakan roket Northrop Grumman Pegasus XL. LINK akan bermanuver mendekati, menangkap, dan secara perlahan menaikkan ketinggian orbit Swift selama beberapa bulan.
Langkah ini dinilai dapat mencegah satelit tersebut masuk kembali ke atmosfer Bumi pada akhir tahun ini. “Swift adalah alat serbaguna NASA dalam mempelajari alam semesta,” kata S. Bradley Cenko, peneliti utama Swift di Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard NASA di Greenbelt, Maryland., di kutip dari laman NASA, Minggu, 28 Juni 2026.
Ia menyebut satelit ini mengamati langit menggunakan rentang spektrum cahaya yang luas. Swift juga memberi peringatan kepada fasilitas-fasilitas lain di luar angkasa maupun di darat untuk membantu mengoordinasikan pengamatan lanjutan.
Atmosfer Bumi menimbulkan hambatan pada semua pesawat ruang angkasa di orbit Bumi rendah. Ini secara bertahap mengurangi ketinggiannya jika mereka tidak memiliki sistem propulsi untuk menangkal efek tersebut.
Gelombang aktivitas matahari yang meningkat baru-baru ini memperbesar dampak ini terhadap Swift, yang diluncurkan pada November 2004. Alih-alih membiarkan Swift kembali memasuki atmosfer, NASA memanfaatkan kesempatan ini untuk memajukan industri layanan satelit komersial AS.
Pesawat antariksa LINK memiliki berat sekitar 399 kilogram dan tinggi sekitar 1,5 meter. Panel surya sepanjang hampir 6 meter akan menyuplai daya untuk tiga pendorong ion dan tiga lengan robotik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....