Roket Pegasus XL Siap Diluncurkan untuk Selamatkan Orbit Teleskop Swift
- 16 Jun 2026 11:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Northrop Grumman memasang Pegasus XL ke pesawat Stargazer untuk meluncurkan wahana LINK.
- Misi bertujuan menaikkan orbit Neil Gehrels Swift Observatory yang turun akibat hambatan atmosfer dan aktivitas Matahari.
- Peluncuran dijadwalkan dari Kepulauan Marshall akhir Juni menggunakan sistem roket udara (air-launch).
RRI.CO.ID, Jakarta - Insinyur Northrop Grumman memasang roket Pegasus XL ke pesawat Stargazer di fasilitas NASA Wallops Flight Facility, Jumat, 12 Juni 2026 lalu. Roket ini akan digunakan untuk meluncurkan wahana robotik LINK milik Katalyst Space ke orbit Bumi rendah.
Misi tersebut bertujuan membantu menaikkan kembali Neil Gehrels Swift Observatory yang mengalami penurunan orbit lebih cepat dari perkiraan. Penurunan ini dipicu oleh hambatan atmosfer Bumi yang semakin kuat akibat aktivitas Matahari yang meningkat.
Mengutip NASA, Selasa, 16 Juni 2026, wemua wahana orbit rendah Bumi memang menghadapi gaya hambat atmosfer yang perlahan menurunkan ketinggian orbitnya. Terutama jika tidak memiliki sistem propulsi untuk mengimbanginya.
Dalam kasus Swift, fenomena ini diperparah oleh kondisi cuaca antariksa sehingga orbitnya menyusut lebih cepat. Untuk itu, Katalyst memilih roket Pegasus XL sebagai solusi peluncuran paling tepat.
Ini karena roket tersebut mampu mencapai orbit observatorium dalam waktu yang dibutuhkan guna melakukan manuver peningkatan ketinggian. Roket ini akan diluncurkan menggunakan pesawat Stargazer, yakni pesawat L-1011 yang telah dimodifikasi khusus.
| Baca juga: NASA Resmi Umumkan Nama Awak Artemis III |
Sebelumnya, integrasi wahana LINK ke dalam roket Pegasus XL telah dilakukan pada 9 Juni 2026 di fasilitas yang sama. Misi peluncuran dijadwalkan berlangsung akhir bulan ini dari Kwajalein Atoll, wilayah Republik Kepulauan Marshall di Samudra Pasifik.
NASA sendiri menunjuk Katalyst untuk mengembangkan dan meluncurkan LINK sebagai bagian dari upaya menjaga keberlangsungan operasi Swift. Roket Pegasus XL juga bukan teknologi baru, karena sebelumnya telah digunakan untuk meluncurkan misi seperti ICON dan NuSTAR.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....