Misi Penyelamatan Swift Dimulai, Stargazer Pengangkut Pegasus XL Lepas Landas

  • 20 Jun 2026 12:07 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pesawat Stargazer milik Northrop Grumman membawa roket Pegasus XL dan wahana LINK.
  • Misi bertujuan menaikkan orbit Neil Gehrels Swift Observatory yang turun akibat hambatan atmosfer dan aktivitas Matahari.
  • Roket akan diluncurkan dari udara di atas Pasifik, mengirim LINK ke orbit dalam waktu sekitar 10 menit.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pesawat pembawa roket yang mengangkut wahana robotik NASA lepas landas dari Wallops Flight Facility, Kamis, 18 Juni 2026. Mengutip NASA, Sabtu, 20 Juni 2026, pesawat tersebut adalah Stargazer, pesawat L-1011 modifikasi dan dioperasikan oleh Northrop Grumman.

Di bagian bawahnya, terpasang roket Pegasus XL yang membawa wahana LINK. Wahana ini merupakan hasil pengembangan Katalyst Space.

LINK dirancang untuk bertemu dan melakukan docking dengan Neil Gehrels Swift Observatory. Tujuannya yakni menaikkan kembali ketinggian orbitnya.

Swift diketahui mengalami penurunan orbit lebih cepat dari perkiraan. Hal itu akibat hambatan atmosfer di orbit rendah Bumi yang diperparah oleh aktivitas Matahari.

Tanpa sistem propulsi yang memadai, satelit seperti Swift memang rentan kehilangan ketinggian secara bertahap. Sebagai solusi, Katalyst memilih roket Pegasus XL yang diluncurkan dari udara (air-launch) untuk mengejar waktu misi yang terbatas.

Stargazer dijadwalkan membawa roket tersebut ke ketinggian sekitar 40.000 kaki sebelum melepaskannya di atas Samudra Pasifik. Setelah dilepaskan, roket Pegasus XL akan jatuh bebas selama beberapa detik sebelum menyalakan mesin tahap pertamanya.

Dalam waktu sekitar 10 menit, wahana LINK ditargetkan sudah berada di orbit untuk memulai misi peningkatan ketinggian Swift. Peluncuran ini direncanakan berlangsung dari Kwajalein Atoll di wilayah Republik Kepulauan Marshall.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....