Komisi X DPR Dorong Penguatan Talenta STEM untuk Tingkatkan Daya Saing Bangsa

  • 23 Jun 2026 16:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • DPR mendorong pemerintah mempercepat pengembangan talenta STEM nasional.
  • Anggaran pendidikan dinilai perlu ditingkatkan untuk mendukung ekosistem STEM.
  • Penguatan STEM dan soshum harus berjalan seimbang menuju Indonesia Emas 2045.

RRI.CO.ID, Jakarta – Komisi X DPR RI menyoroti rendahnya jumlah sumber daya manusia Indonesia di bidang Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM). Pemerintah dinilai perlu mengambil langkah strategis untuk mempercepat pengembangan talenta STEM nasional.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, mengatakan penguatan STEM harus menjadi agenda prioritas. Langkah tersebut penting untuk meningkatkan daya saing Indonesia di tengah perkembangan teknologi global.

Data Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menunjukkan talenta STEM di Indonesia masih di bawah 20 persen. Angka tersebut tertinggal dibandingkan negara maju yang mencapai 30 hingga 40 persen.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi peringatan bagi pemerintah. Ketersediaan talenta STEM dinilai sangat penting dalam menghadapi transformasi digital dan perkembangan kecerdasan buatan.

“Harus dicari secara mendalam apa yang menjadi penyebab rendahnya SDM Indonesia di bidang STEM. Setelah itu, pemerintah perlu menetapkan langkah-langkah strategi dan terukur untuk meningkatkan jumlah serta kualitas talenta STEM di Indonesia,” kata Lalu dalam keterangannya di Jakarta, Senin, 22 Juni 2026.

Ia menilai pengembangan STEM tidak bisa dilakukan secara terpisah. Karena itu, Kemendiktisaintek dan Kemendikdasmen perlu memperkuat sinergi pendidikan STEM.

Ia juga menyoroti pentingnya dukungan anggaran pendidikan. Pengembangan STEM membutuhkan investasi pada guru, laboratorium, riset, dan beasiswa.

“Untuk mengembangkan STEM pendidikan diperlukan anggaran yang besar. Karena itu, anggaran pendidikan ke depan harus ditingkatkan agar Indonesia mampu mengejar ketertinggalan sehingga lebih banyak talenta unggul di bidang saintek,” ujarnya.

Ia menegaskan kebutuhan industri masa depan akan semakin bergantung pada teknologi dan inovasi. Karena itu, peningkatan jumlah talenta STEM perlu terus didorong.

Menurutnya, talenta STEM berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan penguatan industri nasional. Penguatan sektor ini juga mendukung pencapaian visi Indonesia Emas 2045.

“Pemerintah harus benar-benar fokus meningkatkan talenta di bidang STEM. Sehingga kualitas pendidikan Indonesia semakin maju dan mampu menjawab kebutuhan pembangunan nasional,” tegasnya.

Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya penguatan bidang sosial dan humaniora. Pembangunan sumber daya manusia harus dilakukan secara seimbang.

“STEM dan Soshum harus sama-sama diperkuat. Indonesia membutuhkan generasi yang tidak hanya unggul dalam teknologi dan sains, tetapi juga memiliki kemampuan sosial, kepemimpinan, komunikasi, dan pemahaman kemanusiaan yang kuat,” katanya.

Komisi X DPR RI akan terus mendorong lahirnya kebijakan pendidikan yang meningkatkan kualitas SDM nasional. Langkah itu dinilai penting untuk memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global.

Bonus demografi yang sedang berlangsung juga harus dimanfaatkan secara optimal. Penguatan talenta STEM dan soshum menjadi investasi penting bagi masa depan bangsa.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....