Kemdiktisaintek Dorong Talenta STEM dan Soshum Lewat SMA Unggul Garuda

  • 22 Jun 2026 20:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kemdiktisaintek mendorong peningkatan talenta STEM melalui Program SMA Unggul Garuda.
  • Bidang sosial humaniora tetap menjadi bagian penting dalam pengembangan talenta nasional.
  • Jumlah siswa diterima di kampus top dunia naik 150 persen pada 2026.

RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus mendorong lahirnya talenta unggul bidang sains, teknologi, rekayasa, dan matematika (STEM). Upaya tersebut dilakukan melalui Program SMA Unggul Garuda.

Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif Kemdiktisaintek, Ardi Findyartini, mengatakan STEM dan ilmu sosial dan humaniora (Soshum) sama pentingnya. Karena itu, ujarnya, kedua bidang harus dikembangkan secara seimbang dan saling melengkapi.

Menurutnya, Indonesia masih kekurangan talenta di bidang STEM. Kondisi ini berbeda dengan sejumlah negara maju yang memiliki proporsi lebih tinggi.

"Di berbagai negara maju, talenta STEM sudah di atas 30 hingga 40 persen. Kita masih kurang dari 20 persen," ujarnya di SMA Negeri Unggulan MH Thamrin, Jakarta, Senin, 22 Juni 2026.

Meski demikian, ia menegaskan bidang sosial humaniora tetap mendapat perhatian. Program SMA Unggul Garuda juga mendukung pengembangan minat siswa di bidang tersebut.

Ia menyebut banyak bidang soshum yang tetap dibutuhkan dalam pembangunan nasional. Di antaranya ekonomi, geografi, hukum, dan kebijakan publik.

Menurutnya, implementasi ilmu pengetahuan tidak bisa dilakukan secara parsial. Pendekatan multidisiplin juga diperlukan agar manfaatnya dirasakan masyarakat secara luas.

"Sosial humaniora menjadi sangat penting. Implementasi berbagai bidang sains membutuhkan pendekatan multidisiplin," katanya.

Kemdiktisaintek juga mengajak siswa memetakan minat sejak dini. Langkah ini penting untuk mendukung program prioritas nasional pemerintah.

Ia berharap lulusan SMA Unggul Garuda dapat berkontribusi pada berbagai sektor strategis. Mulai dari ketahanan pangan, kesehatan, energi terbarukan, hingga ekonomi nasional.

Di sisi lain, Program SMA Unggul Garuda Transformasi juga mencatat capaian positif. Jumlah siswa diterima di kampus top dunia meningkat signifikan tahun ini.

Data Kemdiktisaintek menunjukkan 330 siswa memperoleh Letter of Acceptance atau LoA. Data tersebut dihimpun hingga 24 April 2026.

Jumlah itu meningkat 150 persen dibandingkan tahun 2025. Saat itu, jumlah penerima LoA tercatat sebanyak 132 siswa.

Total LoA yang diterima siswa juga mengalami peningkatan. Jumlahnya mencapai 1.567 surat atau naik 167 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....