NASA Luncurkan Roket Eksperimen Mahasiswa, Gabungkan Dua Program Sekaligus

  • 23 Jun 2026 09:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • NASA gabungkan RockSat dan RockOn dalam satu peluncuran.
  • NASA libatkan 250 peserta dari 38 tim kampus.
  • Program ini membawa hampir 50 eksperimen mahasiswa.
  • Roket akan capai ketinggian ±100 mil (160 kilometer) sebelum mendarat kembali.

RRI.CO.ID, Jakarta - NASA melalui fasilitas Wallops Flight Facility dijadwalkan meluncurkan roket suborbital pada Rabu, 24 Juni 2026. Peluncuran itu direncanakan berlangsung antara pukul 05.30 hingga 09.30 waktu setempat.

NASA membawa puluhan eksperimen yang dikembangkan mahasiswa. Eksperimen itu tergabung dalam program RockSatX dan RockOn.

Uniknya, NASA menggabungkan dua program pendidikan tersebut dalam satu misi roket untuk pertama kalinya. Sekitar 250 peserta dari 38 tim universitas dan community college terlibat.

Tak hanya itu, hampir 50 eksperimen berhasil dimuat dalam satu roket melalui inovasi tim teknis. Program RockOn memberikan pengalaman langsung bagi mahasiswa dalam merakit eksperimen dari nol di lokasi.

Sementara RockSat ditujukan bagi tim yang lebih maju. Tujuannya yakni untuk merancang dan mengembangkan eksperimen yang menyerupai misi NASA sesungguhnya.

Eksperimen yang dibawa mencakup pengukuran cuaca dan radiasi di atmosfer atas. Mereka juga akan menguji teknologi seperti pelindung panas, pelacakan puing antariksa, dan sistem robotik.

Roket jenis Terrier-Improved Malemute diperkirakan mencapai ketinggian sekitar 100 mil (sekitar 160 kilometer). Setelah itu, roket akan kembali ke Bumi dengan parasut di Samudra Atlantik untuk dipulihkan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....