NASA Siapkan Misi DAPHNE untuk Prediksi Cuaca Antariksa dan Lindungi Teknologi

  • 20 Jun 2026 14:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • NASA mengembangkan misi DAPHNE untuk mempelajari dampak cuaca antariksa terhadap atmosfer dan teknologi.
  • Dua satelit kembar akan digunakan untuk memahami hubungan atmosfer bawah dan atas serta meningkatkan prediksi gangguan.
  • Data DAPHNE penting untuk melindungi GPS, satelit, dan mendukung misi manusia ke Bulan hingga Mars.

RRI.CO.ID, Jakarta - NASA tengah memilih konsep misi baru untuk meneliti dampak cuaca antariksa terhadap atmosfer Bumi dan teknologi modern. Mengutip laman resminya, Sabtu,20 Juni 2026, misi ini bernama DAPHNE (Dynamic Atmosphere-Ionosphere Explorer).

DAPHNE dirancang untuk meningkatkan kemampuan prediksi terhadap gangguan yang memengaruhi sistem penting. Contohnya seperti GPS, satelit orbit rendah, hingga keselamatan astronaut.

DAPHNE akan memasuki tahap pengembangan lanjutan atau Phase B yang mencakup perencanaan detail dan desain misi. Misi ini akan menggunakan dua satelit kembar untuk mengamati hubungan antara atmosfer bawah dan atmosfer atas Bumi.

Tujuannya adalah memahami bagaimana dinamika di lapisan bawah dapat memengaruhi kondisi di lapisan atas tempat cuaca antariksa terjadi. Menurut pejabat NASA, Nicky Fox, misi ini menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapan menghadapi cuaca antariksa.

DAPHNE akan melakukan pengukuran simultan terhadap angin netral, suhu, dan komposisi atmosfer di wilayah termosfer. Wilayah ini merupakan batas antara atmosfer Bumi dan ruang angkasa, di mana partikel bermuatan dan aktivitas Matahari memengaruhi kondisi.

Data yang dihasilkan akan dikombinasikan dengan informasi energi dari atmosfer bawah untuk meningkatkan akurasi model prediksi cuaca antariksa. Dengan pemahaman yang lebih baik, dampak terhadap teknologi komunikasi dan navigasi di Bumi dapat diminimalkan.

Misi ini dipimpin oleh Aimee Merkel dari Laboratory for Atmospheric and Space Physics di University of Colorado Boulder. DAPHNE dijadwalkan menjalani evaluasi pada 2027 untuk memastikan kesiapan dan pendanaan sebelum peluncuran.

Jika disetujui, misi ini diperkirakan menelan biaya hingga 250 juta dolar AS, tidak termasuk biaya peluncuran. Peluncuran DAPHNE direncanakan paling cepat pada tahun 2029.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....