Hujan Meteor June Bootids Diprediksi Capai Puncaknya pada Pekan Depan
- 20 Jun 2026 13:43 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Hujan meteor June Bootids mencapai puncak pada 20–27 Juni dengan karakter yang sulit diprediksi.
- Fenomena ini berasal dari sisa debu komet 7P/Pons-Winnecke yang terbakar di atmosfer Bumi.
- Meski biasanya lemah, June Bootids berpotensi menghadirkan lonjakan meteor secara tiba-tiba seperti yang pernah terjadi pada 1998 dan 2004.
RRI.CO.ID, Jakarta - Fenomena hujan meteor June Bootids diperkirakan mencapai puncaknya pada pekan depan, membawa potensi kejutan bagi para pengamat langit. Berbeda dengan hujan meteor tahunan lainnya, June Bootids dikenal sulit diprediksi dan kerap menghadirkan lonjakan aktivitas secara tiba-tiba.
Dalam kondisi normal, hujan meteor ini hanya menghasilkan satu hingga dua meteor per jam. Namun, dalam beberapa kesempatan, fenomena ini pernah menunjukkan peningkatan signifikan.
Pada 1998, misalnya, jumlah meteor mencapai hingga 100 per jam. Sementara itu, pada 2004 tercatat sekitar 20 hingga 50 meteor per jam.
Meski demikian, prediksi tidak selalu akurat. Pada 2010, lonjakan aktivitas sempat diperkirakan terjadi, tetapi kenyataannya hanya kurang dari 10 meteor per jam yang terlihat.
Fenomena ini terjadi saat Bumi melintasi sisa-sisa debu dari komet 7P/Pons-Winnecke yang mengorbit Matahari setiap sekitar enam tahun. Partikel debu yang memasuki atmosfer Bumi akan terbakar dan menghasilkan garis cahaya yang dikenal sebagai meteor atau “bintang jatuh”.
Menurut American Meteor Society, periode aktif hujan meteor ini berlangsung hingga akhir Juni, dengan puncak antara 20 hingga 27 Juni. Meskipun biasanya lemah, fenomena ini tetap menarik perhatian karena potensi kejutan yang bisa muncul sewaktu-waktu.
Bagi belahan Bumi utara, titik radian hujan meteor ini berada di rasi bintang Boötes. Titiknya terlihat di langit barat hingga barat daya pada malam hari.
Untuk mendapatkan hasil terbaik, disarankan mengamati dari lokasi gelap yang jauh dari polusi cahaya. Mata juga perlu beradaptasi dengan kegelapan selama sekitar 20 menit agar meteor lebih mudah terlihat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....