Planet Berwarna Pink Ini ternyata Memiliki Awan Garam di Atmosfernya
- 20 Jun 2026 13:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- James Webb Space Telescope menemukan awan garam di atmosfer “Pink Planet” GJ504b, fenomena yang belum pernah terlihat sebelumnya.
- GJ504b kemungkinan merupakan brown dwarf dengan suhu relatif rendah dan usia miliaran tahun.
- Data Webb mengungkap komposisi atmosfer kompleks, termasuk air, metana, amonia, dan karbon dioksida.
RRI.CO.ID, Jakarta - Teleskop James Webb menemukan fakta pada exoplanet “Pink Planet” atau GJ504b. Para astronom mengungkap, objek ini memiliki kandungan garam di atmosfernya.
Hal tersebut mengejutkan mereka karena ini merupakan sesuatu yang belum pernah diamati sebelumnya pada objek serupa. GJ504b sendiri pertama kali ditemukan pada 2013.
Planet pink ini mengorbit bintang mirip Matahari yang berjarak sekitar 57 tahun cahaya dari Bumi. Dengan massa sekitar 25 kali Jupiter, objek ini kemungkinan bukan planet biasa, melainkan brown dwarf atau “bintang gagal”.
Karena itu, para ilmuwan menyebutnya sebagai planetary-mass companion. GJ504b termasuk salah satu objek terdingin yang pernah diamati dengan teleskop berbasis darat, dengan suhu sekitar 550 derajat Fahrenheit.
Meski demikian, suhu tersebut tetap cukup tinggi untuk memicu proses kimia kompleks di atmosfernya. Hasil analisis menunjukkan atmosfer planet mengandung berbagai senyawa seperti air, karbon dioksida, metana, dan amonia.
Namun, data tersebut tidak sepenuhnya cocok dengan model hingga para ilmuwan menemukan faktor tak terduga, yaitu awan garam di lapisan atmosfernya. Selain itu, penelitian juga mengungkap bahwa suhu relatif dingin planet ini disebabkan oleh usianya yang sudah tua.
GJ504b diperkirakan berusia antara 2,5 hingga 4 miliar tahun, sehingga telah mengalami pendinginan sejak terbentuk. Sebelumnya, teleskop besar di Bumi membutuhkan waktu pengamatan lama namun tetap kesulitan mendeteksi spektrum GJ504b.
Di sisi lain, Webb berhasil melakukannya hanya dalam waktu sekitar dua jam. Penemuan ini membuka peluang baru dalam memahami objek dingin di luar tata surya serta kompleksitas kimia atmosfernya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....