El Niño Menguat, NASA Tangkap Pemanasan Samudra Pasifik
- 19 Jun 2026 15:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- NOAA resmi menetapkan El Niño 2026 pada Juni setelah suhu laut di Pasifik naik di atas normal selama beberapa bulan.
- Data Sentinel-6 Michael Freilich menunjukkan peningkatan permukaan laut akibat pemanasan dan penumpukan panas di bawah laut.
- El Niño 2026 masih menguat dengan pola mirip 1997 dan berpotensi berdampak besar pada cuaca global, termasuk Indonesia dan kawasan Pasifik.
RRI.CO.ID, Jakarta - Fenomena El Niño kembali terjadi pada Juni 2026 dengan indikasi penguatan di wilayah Samudra Pasifik ekuator. Kondisi ini ditandai dengan meningkatnya suhu permukaan laut di bagian tengah dan timur Pasifik.
Mengutip NASA, Badan kelautan dan atmosfer Amerika Serikat, NOAA secara resmi menetapkan El Niño pada 11 Juni. Hal ini diungkap setelah suhu laut berada di atas normal selama beberapa bulan berturut-turut.
Data pengamatan dari satelit Sentinel-6 Michael Freilich menunjukkan kenaikan tinggi permukaan laut di wilayah terdampak. Fenomena ini terjadi karena air laut yang lebih hangat mengembang sehingga permukaan laut ikut naik.
Peta anomali dari NASA Jet Propulsion Laboratory juga memperlihatkan area merah yang menandakan peningkatan ketinggian laut di Pasifik tengah dan timur. Sebelumnya, tanda awal El Niño telah terdeteksi sejak musim semi 2026 melalui gelombang Kelvin.
Gelombang itu membawa air hangat dari Pasifik barat ke timur. Pergerakan ini dipicu oleh melemahnya angin pasat yang biasanya menjaga distribusi suhu laut tetap stabil.
Akibatnya, air hangat menumpuk di wilayah timur dan memengaruhi pola cuaca global. Para ilmuwan menilai data tinggi permukaan laut lebih akurat dalam menggambarkan jumlah panas yang tersimpan di bawah permukaan laut.
Hal ini penting karena panas bawah laut dapat berdampak lebih besar pada perubahan iklim dibandingkan suhu permukaan saja. Peneliti NASA JPL Severine Fournier menyebut kondisi Pasifik barat pada Juni 2026 mirip dengan situasi menjelang El Niño besar pada 1997.
Namun, perkembangan di Pasifik timur masih lebih lambat dibandingkan tahun tersebut. Meski begitu, gelombang Kelvin tambahan terus bergerak menuju timur yang menandakan El Niño masih menguat.
Para ahli menyatakan kekuatan akhir El Niño 2026 masih bergantung pada dinamika laut dalam beberapa minggu ke depan. Namun, indikasi awal menunjukkan fenomena ini berpotensi menjadi cukup kuat dan berdampak luas terhadap pola cuaca global.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....