James Webb Amati “Planet Terpanggang” HD 80606 b dengan Perubahan Suhu Ekstrem
- 19 Jun 2026 14:57 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Exoplanet HD 80606 b memiliki massa 4 kali Jupiter dan orbit sangat elips yang menyebabkan perubahan suhu ekstrem.
- Saat mendekati bintangnya, suhu naik hingga 1.100°F dan memicu perubahan kimia serta awan di atmosfer.
- Data James Webb Space Telescope membantu ilmuwan memahami dinamika atmosfer exoplanet secara lebih detail.
RRI.CO.ID, Jakarta – Teleskop James Webb tengah mengamati exoplanet ekstrem bernama HD 80606 b. Benda langit ini menunjukkan perubahan suhu sangat drastis.
Planet gas raksasa itu memiliki massa sekitar empat kali Jupiter. Orbitnya sangat elips sehingga mendekati bintang seperti Matahari lalu menjauh kembali.
Para ilmuwan bahkan menyebutnya sebagai salah satu “hot Jupiter” paling ekstrem yang pernah ditemukan. Peneliti dari NASA Jet Propulsion Laboratory, Tiffany Kataria, mengatakan perilaku planet ini sangat berbeda dari hot Jupiter biasa.
Hal itu disebabkan oleh orbitnya yang sangat tidak biasa. Saat HD 80606 b mendekati bintangnya, suhu planet naik sekitar 1.100 derajat Fahrenheit dalam waktu singkat.
Perubahan ekstrem ini diduga memicu perubahan kimia dan awan di atmosfernya. Kondisi tersebut membuat planet ini sangat menarik untuk diteliti secara detail.
Hasil awal menunjukkan lonjakan suhu yang bahkan lebih tinggi dibandingkan data dari Spitzer Space Telescope. Para ilmuwan menyebut HD 80606 b sebagai “planet terpanggang”. Penelitian ini masih terus berlanjut untuk mengungkap lebih banyak detail atmosfernya.
Peneliti Laura C. Mayorga dari Johns Hopkins Applied Physics Laboratory menjelaskan bahwa data ini bisa diterapkan untuk memahami exoplanet lain. Ia menambahkan bahwa orbit unik ini memungkinkan pengamatan berbagai kondisi atmosfer hanya dalam beberapa jam.
Tim menggunakan teknik spektroskopi untuk menganalisis cahaya dan komposisi kimia planet. Dalam prosesnya, planet juga mengalami secondary eclipse saat berada di belakang bintang.
Proses pengamatan ini sangat kompleks karena orbit planet berlangsung selama 111 hari. Posisi teleskop juga harus diatur dengan sangat hati-hati. Meski begitu, data yang diperoleh sangat kaya dan detail.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....