Demonstrasi Teknologi Robotika NASA Kembangkan Prototipe Detektor Sinar Gamma

  • 12 Jun 2026 12:27 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • NASA akan menguji teknologi detektor sinar gamma baru AstroPix dalam misi Fly Foundational Robots pada 2027.
  • AstroPix dirancang mengamati sinar gamma berenergi tinggi (20 ribu–700 ribu elektron volt), termasuk rentang yang selama ini kurang sensitif dideteksi.
  • Uji coba dilakukan di orbit menggunakan lengan robotik Rocket Lab Robotics untuk meningkatkan pemahaman fenomena kosmik ekstrem.

RRI.CO.ID, Jakarta - NASA tengah menyiapkan demonstrasi teknologi robotik terbaru yang akan mendorong pengembangan prototipe detektor sinar gamma generasi baru. Teknologi bernama AstroPix ini dijadwalkan ikut dalam misi Fly Foundational Robots yang akan diluncurkan pada akhir 2027.

Sinar gamma sendiri merupakan bentuk cahaya dengan energi tertinggi yang dapat berasal dari berbagai fenomena ekstrem. Contohnya, petir di atmosfer Bumi, suar matahari, hingga tabrakan kosmik di galaksi jauh.

Mengutip NASA, AstroPix dirancang mengukur sinar gamma pada rentang energi 20 ribu hingga 700 ribu elektron volt. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding cahaya tampak yang hanya berkisar 2 hingga 3 elektron volt.

Selama ini, Fermi Gamma-ray Space Telescope dan Neil Gehrels Swift Observatory telah digunakan untuk mengamati sinar gamma. Namun, pada rentang energi 500 ribu hingga 1 juta elektron volt, sensitivitas detektor yang ada masih terbatas.

Padahal, rentang energi tersebut menjadi titik penting untuk mengamati fenomena ledakan dahsyat. Seperti halnya gamma-ray burst serta aktivitas galaksi masif yang digerakkan oleh lubang hitam.

Anggota tim AstroPix, Dan Violette menyatakan, Fly Foundational Robots menjadi peluang ideal untuk menguji performa teknologi ini di orbit. Selama ini, pengujian serupa umumnya hanya dilakukan melalui balon ilmiah atau roket suborbital, belum mencapai kondisi luar angkasa.

Setiap chip AstroPix dilengkapi empat detektor sinar gamma berbasis silikon dengan total 1.225 piksel pada masing-masing detektor. Ini bekerja mirip sensor kamera pada ponsel.

Dalam misi ini, muatan teknologi AstroPix yang dikenal sebagai A-STEP akan ditempatkan pada modul Orbital Replacement Unit. Modul tersebut akan dioperasikan oleh lengan robotik yang dikembangkan oleh Rocket Lab Robotics.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....