El Niño Mulai Terdeteksi dari Gelombang Kelvin di Samudra Pasifik
- 04 Jun 2026 21:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Data dari Sentinel-6 Michael Freilich menunjukkan munculnya gelombang Kelvin hangat di Samudra Pasifik yang bergerak dari Pasifik barat menuju pesisir Amerika Selatan pada Maret–Mei 2026.
- Kenaikan permukaan laut tercatat hingga sekitar 15 cm di Peru.
- Gelombang Kelvin hangat ini menjadi indikator awal potensi El Niño.
RRI.CO.ID, Jakarta - Pergerakan air laut yang lebih hangat terdeteksi dari Pasifik barat menuju wilayah pesisir Kolombia, Ekuador, dan Peru. Hal ini diungkap dari data ketinggian permukaan laut melalui satelit Sentinel-6 Michael Freilich, dikumpulkan pada Maret-Mei 2026.
Fenomena ini dikenal sebagai gelombang Kelvin hangat, yang ditandai dalam data dengan warna kuning, oranye, merah, dan putih. Mengutip laman resmi NASA, Kamis, 4 Juni 2026, gelombang tersebut mulai terbentuk pada awal Maret.
Sebelumnya, muncul gelombang kecil di sekitar Mikronesia pada akhir Januari yang kemudian menghilang pada pertengahan Februari. Gelombang yang lebih kuat ini bergerak ke arah timur dan terus berkembang hingga pertengahan Mei.
Pada saat itu, permukaan laut di sekitar Peru tercatat lebih tinggi sekitar 15 sentimeter dibandingkan rata-rata jangka panjang. Kenaikan permukaan laut tersebut terjadi karena air laut yang lebih hangat mengembang.
Hal tersebut dapat digunakan sebagai indikator meningkatnya suhu di wilayah tersebut. Perubahan suhu ini juga dapat memengaruhi pola sirkulasi energi, air, dan udara di atmosfer.
Dampaknya, kondisi cuaca global dapat berubah secara signifikan. Fenomena ini menjadi salah satu tanda awal potensi terjadinya peristiwa El Niño.
El Niño dapat menyebabkan peningkatan curah hujan di beberapa wilayah, sementara wilayah lain mengalami kekeringan. Sehingga berdampak pada kehidupan dan aktivitas ekonomi global.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....