Merkurius Menyusut Lebih Cepat, Rahasia Inti Planet Mulai Terungkap

  • 11 Sep 2026 12:46 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Merkurius menyusut 10 hingga 30 persen lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.
  • Diameter planet diperkirakan telah berkurang hampir 19 kilometer sejak terbentuk.
  • Penyusutan membantu ilmuwan mengungkap ukuran, komposisi, dan kondisi awal inti Merkurius.

RRI.CO.ID, Jakarta - Planet Merkurius ternyata menyusut lebih cepat dari perkiraan sebelumnya. Penelitian terbaru menunjukkan, diameter Merkurius menyusut sekitar 10 hingga 30 persen lebih cepat dari estimasi sebelumnya.

Mengutip Space.com, Jumat, 11 September 2026, diameter Merkurius diperkirakan telah menyusut hampir 19 kilometer. Penyusutan terjadi seiring bagian dalam planet kehilangan panas dan mengalami pendinginan.

Penyusutan terjadi karena bagian dalam Merkurius terus kehilangan panas dan mendingin. Proses tersebut membuat interior planet berkontraksi dan membentuk struktur geologi berupa kerutan, tebing patahan, serta punggungan di permukaannya.

Namun, bukti penyusutan itu sulit terdeteksi karena permukaan Merkurius dipenuhi kawah akibat tumbukan asteroid dan batuan antariksa. Material hasil tumbukan juga menyebar dan menutupi struktur geologi yang terbentuk akibat proses penyusutan.

Para peneliti menggabungkan peta geologi Merkurius dengan pengamatan terbaru mengenai tingkat kekasaran seluruh permukaan planet. Hasilnya menunjukkan, wilayah yang paling kasar justru memiliki lebih sedikit struktur kerutan.

Ini mengindikasikan adanya material hasil tumbukan yang menutupi bukti penyusutan. Gaku Nishiyama dari Institut Riset Antariksa Pusat Dirgantara Jerman mengatakan, tingkat penyusutan Merkurius penting untuk memahami kondisi bagian dalam planet.

Data tersebut dapat membantu ilmuwan memperkirakan ukuran inti logam, kandungan unsur ringan, serta suhu awal Merkurius. Penyusutan yang lebih besar dapat menunjukkan bahwa Merkurius memiliki inti logam yang lebih besar.

Kondisi tersebut juga dapat mengindikasikan kandungan unsur ringan seperti silikon yang lebih sedikit atau suhu awal planet yang lebih tinggi. Temuan ini membantu ilmuwan mengungkap bagaimana Merkurius berevolusi sejak terbentuk dari tabrakan batuan dan asteroid pada masa awal Tata Surya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....