Mengenal Sistem Pengawasan Navigasi Penerbangan yang Terus Bertransformasi
- 31 Mei 2026 20:09 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Seiring perkembangan industri, pendekatan pengawasan kini tidak lagi hanya mengandalkan pemeriksaan administratif dan daftar periksa konvensional
- Sistem basis data digital memungkinkan proses pemantauan dilakukan secara lebih cepat, akurat, dan terintegrasi
- Selain teknologi, peningkatan kapasitas inspektur tetap menjadi faktor utama dalam menjaga kualitas pengawasan
RRI.CO.ID, Jakarta - Sistem pengawasan navigasi penerbangan terus mengalami transformasi seiring perkembangan teknologi dan meningkatnya kompleksitas industri penerbangan global. Perubahan tersebut dilakukan untuk memastikan pelayanan navigasi penerbangan tetap aman, tertib, efisien, dan memenuhi standar internasional.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa mengatakan, pengawasan navigasi penerbangan memiliki peran penting dalam menjaga keselamatan transportasi udara nasional. Menurutnya, pengawasan yang efektif menjadi fondasi bagi terciptanya layanan penerbangan yang andal dan berkelanjutan.
“Di tengah dinamika perkembangan teknologi dan kompleksitas pelayanan navigasi penerbangan yang semakin meningkat, peran inspektur navigasi penerbangan menjadi semakin strategis. Selain itu, krusial dalam memastikan keselamatan, keteraturan, dan efisiensi pelayanan penerbangan nasional,” ujar Lukman dikutip dalam laman, hubud.kemenhub.go.id, Minggu, 31 Mei 2026.
Seiring perkembangan industri, pendekatan pengawasan kini tidak lagi hanya mengandalkan pemeriksaan administratif dan daftar periksa konvensional. Pengawasan modern didorong untuk lebih adaptif dengan memanfaatkan teknologi, data, dan analisis risiko dalam proses pengambilan keputusan.
Lukman menegaskan, bahwa sistem pengawasan saat ini harus bertransformasi menuju pendekatan yang berbasis risiko dan bukti. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengantisipasi berbagai tantangan baru dalam sektor penerbangan yang berkembang sangat cepat.
Sementara itu, Direktur Navigasi Penerbangan, Kemenhub, Syamsu Rizal mengatakan, transformasi pengawasan juga mencakup peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Selain itu, harmonisasi regulasi dan penerapan pengawasan berbasis risiko menjadi bagian penting dalam penguatan sistem pengawasan nasional.
“Pengawasan tidak bisa lagi hanya berjalan di atas kertas dan checklist konvensional. Kita harus mampu membaca data, menganalisis risiko, dan mengambil keputusan berbasis bukti,” kata Rizal.
Menurutnya, perkembangan teknologi penerbangan menghadirkan tantangan baru yang membutuhkan pendekatan pengawasan lebih modern. Teknologi seperti drone, Advanced Air Mobility, hingga sistem navigasi digital menuntut kesiapan regulator dan inspektur dalam menjalankan fungsi pengawasan.
Pemanfaatan teknologi informasi juga mulai menjadi bagian penting dalam mendukung efektivitas pengawasan navigasi penerbangan. Sistem basis data digital memungkinkan proses pemantauan dilakukan secara lebih cepat, akurat, dan terintegrasi.
Selain teknologi, peningkatan kapasitas inspektur tetap menjadi faktor utama dalam menjaga kualitas pengawasan. Kompetensi yang memadai diperlukan agar pengawasan dapat berjalan sesuai standar keselamatan penerbangan internasional yang terus berkembang.
Melalui transformasi tersebut, pemerintah mengharapkan sistem pengawasan navigasi penerbangan nasional semakin modern dan responsif. Upaya itu diharapkan mampu mendukung keselamatan penerbangan sekaligus meningkatkan daya saing sektor transportasi udara Indonesia di tingkat global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....