Kenapa Kita Mudah Percaya Hoaks? Simak Alasan Psikologisnya

  • 10 Mei 2026 20:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Orang cenderung menerima berita yang sesuai dengan pendapat atau kelompok yang disukai
  • Penyebaran berita hoaks semakin marak seiring perkembangan teknologi digital dan media sosial
  • Informasi palsu sering dibuat dramatis agar lebih menarik perhatian publik

RRI.CO.ID, Jakarta – Teknologi yang semakin canggih sayangnya membuat penyebaran berita hoaks menjadi semakin marak dan cukup memprihatinkan. Jika dibiarkan, berita hoaks ini berisiko merusak hubungan sosial di tengah masyarakat luas.

Kebanyakan berita hoaks dibuat lebih dramatis. Tujuannya agar terdengar lebih menarik perhatian, padahal informasinya berbeda dari keadaan sebenarnya.

Anehnya, banyak orang justru lebih memilih percaya pada hoaks meskipun fakta yang valid sudah mulai terungkap jelas. Ternyata ada beberapa alasan psikologis menarik di balik fenomena ini yang perlu kita pahami bersama secara bijak.

Ada beberapa alasan mengapa informasi palsu sering kali terasa lebih menarik bagi publik. Berikut penjelasannya, dilansir dari berbagai sumber:

1. Lebih Nyaman dengan Berita yang Sesuai Ekspektasi

Banyak orang merasa nyaman dengan berita yang tersebar karena isinya sesuai dengan pendapat atau kelompok yang disukai. Mereka lebih mudah menerima informasi yang mendukung opininya, meskipun kebenarannya masih sangat diragukan atau belum terbukti.

Kondisi inilah yang akhirnya membuat masyarakat begitu mudah percaya pada setiap kabar yang muncul di media sosial. Rasa setuju yang kuat sering kali mengalahkan logika kita untuk memeriksa kembali fakta sebenarnya secara lebih teliti.

2. Terlalu Yakin dengan Opini Pribadi

Menurut National Geographic, hoaks cepat menyebar karena banyak orang merasa pikiran dan kelompoknya adalah yang paling akurat. Fenomena unik ini sering disebut sebagai realisme naif yang membuat seseorang merasa selalu benar di atas segalanya.

Sikap tersebut memicu seseorang untuk mengabaikan pendapat orang lain karena merasa pandangannya jauh lebih valid secara subjektif. Akibatnya, kita jadi sulit menerima fakta baru meskipun informasi yang kita miliki saat ini sebenarnya masih salah.

3. Kapasitas Informasi yang Masih Terbatas

Wawasan yang masih terbatas ternyata bisa membuat kabar hoaks menyebar jauh lebih cepat di tengah masyarakat kita. Kurangnya literasi terhadap informasi yang disukai sering kali membuat kita terlalu mudah percaya tanpa memeriksa kebenarannya.

Pastikan kamu selalu mengecek kebenaran sebuah informasi sebelum memutuskan untuk membagikannya kepada orang lain di media sosial. Meskipun berita tersebut terasa sangat menyenangkan, jangan sampai kita ikut menjadi penyebar informasi hoax yang merugikan publik.

Waspadalah, jika melihat judul berita yang sangat provokatif karena biasanya itu hanyalah trik untuk mencari sensasi belaka. Segera periksa kembali sumber informasinya dan jangan pernah menyebarkan berita yang kebenarannya masih sangat diragukan secara jelas. (Sarah Maulida Ali)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....