Cerdas Bermedsos: Tips Hindari Hoaks di Era Digital
- 19 Apr 2026 09:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Di era digital, masyarakat dibanjiri informasi di media sosial yang belum tentu benar sehingga rentan terpapar hoaks.
- Pakar literasi digital, Septiaji Eko Nugroho, menekankan pentingnya menyaring informasi dan mengikuti sumber terpercaya agar tidak mudah percaya berita menyesatkan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Arus informasi di era digital semakin deras dan sulit dibendung setiap harinya. Masyarakat kini dibanjiri berita yang belum tentu benar di media sosial (medsos).
Hampir semua orang memiliki akun media sosial sebagai bagian dari kehidupan modern. Kondisi ini membuat penyebaran informasi, termasuk hoaks, semakin cepat dan luas.
Ketua Presidium Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) sekaligus pakar literasi digital, Septiaji Eko Nugroho, mengingatkan pentingnya literasi berita. Ia menekankan masyarakat perlu bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi.
“Kalau kita mengunyah informasi dari media jurnalistik, itu seperti memilih makanan bergizi dan sehat,” ujarnya, dalam Program Cek Fakta Pro 3 RRI, Sabtu, 18 April 2026. Ia menambahkan bahwa sumber non-jurnalistik berpotensi menyesatkan atau sengaja dibuat untuk mengelabui masyarakat.
| Baca juga: Mafindo: Medsos Cahaya atau Racun? |
Menurutnya, masyarakat tetap boleh menggunakan media sosial secara aktif. Namun, pengguna harus mampu mengelola linimasa agar berisi informasi kredibel.
Salah satu caranya adalah mengikuti akun media terpercaya seperti RRI, Kompas, Antara, dan Tempo. Dengan begitu, pengguna memiliki referensi yang jelas untuk membandingkan informasi.
Septiaji juga menekankan pentingnya kemampuan cek dan ricek sebelum mempercayai berita. Masyarakat harus membiasakan diri tidak langsung percaya pada satu sumber saja.
“Dengan literasi berita, kita tidak menelan informasi mentah-mentah,” katanya. Ia mengingatkan keputusan hidup bisa keliru jika mempercayai informasi yang salah.
Melalui kebiasaan ini, masyarakat diharapkan lebih kritis dan bijak menggunakan media sosial. Literasi digital menjadi kunci agar tidak mudah terpapar hoaks.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....