NASA Temukan 'Titik Sinar-X', Kunci Misteri Little Red Dots di Alam Semesta Purba

  • 29 Apr 2026 15:46 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pengamatan gabungan Chandra X-ray Observatory dan James Webb Space Telescope menemukan objek “titik sinar-X”, diduga menjelaskan asal-usul fenomena “little red dots” (LRDs).
  • Objek 3DHST-AEGIS-12014 yang memancarkan sinar-X menjadi penghubung penting antara LRDs dan lubang hitam supermasif, memperkuat teori “black hole star”.

RRI.CO.ID, Jakarta – NASA tengah berusaha mengungkap misteri objek kosmik yang selama ini dikenal sebagai “little red dots”. Temuan ini dilakukan melalui gabungan Chandra X-ray Observatory dan James Webb Space Telescope.

Mengutip laman resminya, Rabu, 29 April 2026, para astronom menemukan sebuah objek baru berupa “titik sinar-X”. Titik ini diduga menjadi kunci untuk memahami ratusan hingga ribuan objek serupa di alam semesta purba.

Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah The Astrophysical Journal Letters. Sejak Webb beroperasi, mereka mengidentifikasi objek-objek kecil berwarna merah yang berada sekitar 12 miliar tahun cahaya dari Bumi.

Objek tersebut kemudian disebut sebagai “little red dots” atau LRDs. Mereka menduga LRDs merupakan lubang hitam supermasif yang tertanam dalam awan gas padat.

Kondisi ini membuat sinar-X dan ultraviolet sulit terdeteksi karena tertutup oleh material di sekitarnya. Hal ini berbeda dengan lubang hitam supermasif.

Pada umumnya, lubang hitam supermasif memancarkan radiasi terang akibat tidak terhalang gas padat. Karena karakteristik unik tersebut, para astronom menyebut fenomena ini sebagai skenario “black hole star”.

Fenomena ini merupakan objek yang memiliki sifat menyerupai bintang. Namun, black hole star sebenarnya lubang hitam yang sedang tumbuh.

Objek baru ini diberi nama 3DHST-AEGIS-12014, berjarak sekitar 11,8 miliar tahun cahaya dari Bumi. 3DHST-AEGIS-12014 menunjukkan karakteristik yang mirip dengan LRDs.

Namun, berbeda dari objek lainnya, objek ini memancarkan sinar-X. Sehingga 3DHST-AEGIS-12014 menjadi penghubung penting antara dua jenis fenomena tersebut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....