Ulas Jejak Ilmu Pengetahuan di Balik ‘Project Hail Mary’ bagi NASA
- 18 Apr 2026 15:57 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Project Hail Mary menyoroti tantangan misi luar angkasa jangka panjang, termasuk bertahan hidup, komunikasi antarbintang, dan pencarian kehidupan dengan latar sistem nyata seperti Tau Ceti dan 40 Eridani A.
- Penjelasan ilmiah NASA mengungkap sejumlah fenomena nyata, aurora hijau dan merah akibat badai geomagnetik, Transit of Venus 2012, serta pengamatan eksoplanet 51 Eridani b menggunakan Gemini Planet Imager.
RRI.CO.ID, Jakarta - Novel dan film Project Hail Mary menghadirkan kisah tentang perjuangan seorang astronot dalam menjalani misi luar angkasa. Cerita ini menyoroti cara bertahan hidup dalam kondisi ekstrem hingga menjalankan tugas ilmiah selama bertahun-tahun di ruang angkasa.
Alur cerita juga mengangkat pentingnya komunikasi jarak jauh antariksa serta upaya pencarian kehidupan di luar Bumi. Selain itu, kisah ini mengambil latar pada sistem bintang nyata, seperti Tau Ceti dan 40 Eridani A.
Dalam film itu, terdapat sepasang wahana antariksa yang mengorbit eksoplanet berwarna hijau pucat. Namun, hal itu sebenarnya merupakan foto International Space Station yang melintas di atas Bumi pada Oktober 2024.
Fenomena ini dipicu badai geomagnetik kuat yang tidak hanya menghasilkan aurora hijau. Aurora aurora merah juga tampat terang, yang merupakan aurora langka di atmosfer.
Kemudian, Fenomena ‘Transit of Venus 2012’ terekam dalam citra multi-eksposur beresolusi sangat tinggi oleh wahana Solar Dynamics Observatory. Citra ini menampilkan momen saat Venus melintas di depan Matahari.
Peristiwa langka ini merupakan salah satu fenomena Matahari yang paling jarang terjadi. Venus akan melintas di depan Matahari baru akan kembali terulang pada tahun 2117.
Eksoplanet berbatu 40 Eridani A b mungkin belum terbukti keberadaannya. Namun, citra inframerah-dekat ini menampilkan eksoplanet terkonfirmasi 51 Eridani b yang berjarak sekitar 96 tahun cahaya dari Bumi.
Gambar tersebut diambil pada 2014 menggunakan instrumen Gemini Planet Imager. Cahaya bintang induknya, 51 Eridani, ditutupi agar planet berukuran mirip Jupiter dapat terlihat jelas.
Eksoplanet ini mengorbit pada jarak sekitar 11 miliar mil dari bintangnya. Jarak ini sedikit lebih jauh dibandingkan orbit Saturnus di tata surya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....