Berbeda dengan Project Hail Mary, Ini Makna Meredupnya Bintang Menurut NASA
- 15 Apr 2026 14:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pengamatan NASA melalui Chandra X-ray Observatory menemukan bintang muda memancarkan sinar-X jauh lebih rendah.
- Penurunan radiasi ini meningkatkan peluang terbentuknya kehidupan, karena sinar-X yang lebih lemah membantu menjaga atmosfer planet tetap stabil dan mendukung pembentukan molekul penting.
RRI.CO.ID, Jakarta - Bintang-bintang muda yang mirip Matahari meredup jauh lebih cepat dari yang selama ini diperkirakan. Temuan ini diperoleh NASA lewat teleskop Chandra X-ray Observatory dan telah dipublikasikan di jurnal The Astrophysical Journal.
Hal ini berbeda dengan gambaran fiksi ilmiah dalam film Project Hail Mary. Meredupnya aktivitas bintang muda ini justru membawa kabar baik bagi peluang kehidupan di planet yang mengorbitnya.
Dalam film tersebut, peredupan bintang digambarkan sebagai ancaman. Namun, hasil penelitian nyata menunjukkan proses alami yang justru menguntungkan.
Penelitian terbaru ini mengamati delapan gugus bintang dengan usia antara 45 juta hingga 750 juta tahun. Hasilnya, bintang-bintang itu hanya memancarkan sekitar seperempat hingga sepertiga dari jumlah sinar-X yang diperkirakan sebelumnya.
Penulis utama penelitian, Konstantin Getman menjelaskan, peredupan ini bukan disebabkan oleh faktor eksternal. Peredupan karena melemahnya efisiensi pembentukan medan magnet di dalam bintang, sehingga aktivitas sinar-X menurun lebih cepat.
Fenomena ini justru membuka peluang lebih besar bagi terbentuknya kehidupan. Radiasi sinar-X yang tinggi dapat mengikis atmosfer planet dan menghambat pembentukan molekul penting bagi kehidupan.
Sebagai perbandingan, bintang berusia sekitar 3 juta tahun dapat menghasilkan sinar-X hingga seribu kali lebih kuat dibanding Matahari. Sementara bintang berusia 100 juta tahun masih sekitar 40 kali lebih terang.
Kemungkinan besar, keberadaan manusia saat ini tidak lepas dari proses serupa yang pernah dialami Matahari miliaran tahun lalu. Hal ini disampaikan Peneliti dari NASA Goddard Space Flight Center, Vladimir Airapetian.
Kemudian, bintang dengan massa seperti Matahari cenderung mengalami penurunan aktivitas sinar-X lebih cepat, yakni beberapa ratus juta tahun. Sementara itu, bintang bermassa lebih kecil mempertahankan tingkat radiasi tinggi lebih lama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....