Pesawat Luar Angkasa Heliophysics NASA Saksikan Kehancuran Komet
- 18 Apr 2026 14:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- NASA memastikan komet C/2026 A1 (MAPS) hancur saat melintas dekat Matahari, terdeteksi berubah menjadi awan debu oleh wahana SOHO.
- Pengamatan gabungan dari SOHO, STEREO, dan PUNCH membantu ilmuwan memahami struktur komet serta kondisi awal tata surya.
RRI.CO.ID, Jakarta - NASA melaporkan kehancuran komet C/2026 A1 (MAPS) setelah komet melintas dekat Matahari pada 4 April 2026. Melansir laman resminya, komet ini terdeteksi melaju menuju Matahari dengan jarak sekitar dua kali jarak Bulan ke Bumi.
Fenomena tersebut memicu perhatian para pengamat yang menantikan apakah objek tersebut mampu bertahan dari panas ekstrem. Pengamatan dari wahana SOHO (kolaborasi NASA dan ESA) menunjukkan, komet awalnya tampak utuh saat mendekati Matahari.
Namun, setelah menghilang di balik cakram instrumen koronagraf, komet tersebut tidak lagi muncul sebagai objek utuh. Melainkan hanya terlihat sebagai awan debu, menandakan telah terdisintegrasi.
Peneliti utama instrumen LASCO di SOHO, Karl Battams, menyatakan komet kemungkinan hancur sebelum mencapai titik terdekatnya dengan Matahari. Dari sudut pandang SOHO, komet tampak seperti jatuh langsung ke Matahari.
Meski demikian, pengamatan dari misi lain memberikan perspektif berbeda. Wahana STEREO NASA mengamati C/2026 A1 (MAPS) dari sudut sekitar 54,5 derajat terhadap garis Matahari-Bumi.
Hasilnya menunjukkan, komet sebenarnya berbelok mengitari Matahari sebelum akhirnya hancur. Sementara itu, misi PUNCH juga turut melacak pergerakan komet sebelum kehancurannya.
Wahana-wahana tersebut ditempatkan secara strategis untuk mengamati Matahari dari berbagai sudut. Kombinasi pengamatan ini memberikan gambaran lebih lengkap tentang bagaimana komet bereaksi terhadap suhu ekstrem.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....