Penerapan PJJ, Akademisi Sebut Tak Semua Mata Kuliah Cocok Daring
- 10 Apr 2026 13:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Tidak semua mata kuliah di perguruan tinggi dapat diimplementasikan secara daring, karena efektivitasnya bergantung pada karakteristik dan capaian pembelajaran.
- Pembelajaran tatap muka tetap diprioritaskan untuk mahasiswa semester awal guna memperkuat dasar pengetahuan dan keterampilan.
- Pengawasan dan pemetaan kesiapan kampus dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh dilakukan oleh Kemdiktisaintek melalui LLDikti.
RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Rektor Akademik Universitas Brawijaya, Imam Santoso mengatakan, tidak semua mata kuliah bisa daring. Menurutnya, efektivitas pembelajaran jarak jauh (PJJ) bergantung pada karakteristik dan capaian pembelajaran.
Menurutnya, pembelajaran awal tetap harus tatap muka. Hal ini untuk memastikan capaian belajar mahasiswa terpenuhi.
“Semester awal tetap dilakukan secara tatap muka penuh. Sehingga capaian pembelajaran sesuai dengan mata kuliah,” kata Imam dalam dialog Pro3 RRI, Jumat, 10 April 2026.
Ia menjelaskan pembelajaran daring lebih cocok untuk tingkat lanjut. Mahasiswa dinilai sudah memiliki bekal pembelajaran yang cukup.
Mata kuliah lanjutan memungkinkan fleksibilitas metode pembelajaran. Sistem daring dinilai lebih efektif pada tahap tersebut.
Ia menambahkan tidak semua mata kuliah bisa diadaptasi. Terutama yang membutuhkan interaksi intensif atau praktik langsung.
“Yang memungkinkan biasanya tidak membutuhkan interaksi sangat intens. Sekaligus tidak berkaitan dengan praktik laboratorium,” ujarnya.
Sementara itu, Anggota Dewan Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek, Amich Alhumami menyoroti peran mahasiswa. Ia menekankan tanggung jawab sebagai pembelajar dewasa.
Selain itu, lanjut dia, dosen juga memiliki peran penting dalam pembelajaran daring. Optimalisasi metode pengajaran harus terus dilakukan.
Pengawasan dilakukan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi. Lembaga ini memetakan kesiapan perguruan tinggi di berbagai wilayah.
“LLDikti menghimpun dan memetakan perguruan tinggi di wilayahnya. Baik negeri maupun swasta untuk melihat kesiapan,” kata Amich.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....