Turunkan Kemampuan Kognitif Mahasiswa, Akademisi Nilai PJJ Kurang Efektif
- 07 Apr 2026 15:22 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Guru Besar Al Makin menilai Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) kurang efektif karena berpotensi menurunkan kemampuan kognitif, sosial, dan keterampilan mahasiswa.
- Ia mengingatkan penerapan PJJ tidak hanya didasarkan pada efisiensi, serta menyoroti penggunaan AI dalam pembelajaran yang perlu disikapi bijak karena menuai kritik global.
- Pemerintah melalui Brian Yuliarto mulai menerapkan PJJ bagi mahasiswa semester 5 ke atas, dengan tetap mempertahankan tatap muka untuk mata kuliah praktikum dan dasar.
RRI.CO.ID, Jakarta - Guru Besar Filsafat UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof Al Makin mengatakan bahwa pembelajaran jarak jauh (PJJ) dinilai kurang efektif untuk mahasiswa. Menurutnya, sistem pembelajaran daring berpotensi menurunkan kemampuan kognitif, sosial, serta keterampilan mahasiswa.
"Dampaknya merugikan bagi kemampuan siswa. Baik itu kemampuan kognitif, kemampuan sosial, dan skill-skill yang lain. Jadi pembelajaran daring ini menurut saya harus dipertimbangkan," katanya dalam wawancara bersama PRO3 RRI, Selasa, 7 April 2026.
Selain itu, ia juga menyampaikan agar penerapan PJJ tidak semata-mata didasarkan pada alasan efisiensi. Menurutnya, kebijakan tersebut perlu dipertimbangkan secara matang agar tidak menurunkan kualitas pembelajaran.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti penggunaan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) yang mulai banyak digunakan dalam proses pembelajaran. Ia menyebut, pemanfaatan teknologi tersebut telah menuai kritik di sejumlah negara maju, sehingga perlu disikapi secara bijak.
"Jadi kita punya banyak tantangan ini selama pandeminya itu pembelajaran daring itu ternyata impact-nya kurang bagus. Kemudian penggunaan artificial intelligence (AI) ini juga sudah banyak ini mendatakan kritik dari berbagai negara maju," ucapnya.
Sebelumnya, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti) mengatur pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau online di lingkungan universitas. Kebijakan ini setelah Presiden Prabowo Subianto meminta setiap kementerian menerapkan efisiensi penggunaan energi termasuk BBM.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menyampaikan perubahan ini ditujukan khusus bagi mahasiswa. Khususnya bagi mereka yang semester 5 ke atas.
"(PJJ) mulai minggu ini," katanya saat ditemui oleh wartawan di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin, 6 April 2026. Di sisi lain, mata kuliah tingkat dasar, praktikum, atau yang membutuhkan studio tetap dilaksanakan secara tatap muka.
Ia menjelaskan salah satu langkah yang didorong adalah digitalisasi budaya kerja di kampus. Seluruh proses administrasi akademik diupayakan berjalan secara digital untuk memudahkan mobilitas mahasiswa dan meningkatkan efisiensi.
Selain itu, tugas-tugas akademik juga dianjurkan untuk dilakukan secara digital, termasuk tugas akhir yang sebelumnya dicetak dalam jumlah banyak. "Kami juga meminta tugas-tugas begitu itu sebisa mungkin digital," ujarnya, menambahkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....