Upie Guava Sebut Timnya jadi Salah Satu Early Adopter Teknologi XR di Indonesia
- 03 Apr 2026 10:19 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Sutradara Pelangi di Mars, Upie Guava, menyebut timnya menjadi salah satu early adopter teknologi XR (Extended Reality) dalam produksi film di Indonesia.
- Pengembangan teknologi XR untuk film tersebut dilakukan melalui riset dan pengembangan sejak 2020 hingga 2023.
- Film Pelangi di Mars turut mendapat apresiasi dari Kementerian Ekonomi Kreatif.
RRI.CO.ID, Jakarta - Sutradara Pelangi di Mars, Upie Guava, menyebut timnya menjadi salah satu early adopter teknologi tersebut di Indonesia. Ia mengungkapkan ide proyeknya berangkat dari perkembangan perfilman Indonesia dalam lima tahun terakhir.
Upie menilai, industri film nasional dalam kondisi baik dengan banyaknya kreator muda yang mampu menghasilkan karya berkualitas. Namun, menurutnya, masih ada satu aspek penting yang belum banyak mendapat perhatian, yakni infrastruktur teknologi dalam pembuatan film.
Upie menilai selama ini teknologi sering kali justru membatasi para kreator karena mereka dipaksa mengikuti aturan yang ditentukan oleh teknologi tersebut. “Sedangkan disini kami balik, teknologi kami tempatkan pada tempat yang seharusnya, to serve the creator,” kata Upie dalam screening film animasi Pelangi di Mars bersama Kabinet Merah Putih, di Jakarta, Kamis, 2 April 2026.
Mereka menemukan bahwa industri film global tengah bergerak menuju penggunaan XR (Extended Reality). Teknologi ini, kata Upie, mulai mereka kembangkan melalui riset sejak 2020 hingga 2023.
“Saya bisa pastikan bahwa Indonesia, mungkin, kalau ketinggalan pun tidak akan jauh. One day, saya pastikan bahwa Indonesia akan sejajar dengan yang lainnya ,” ujar Upie.
Film ini mendapat apresiasi dari Kementerian Ekonomi Kreatif. Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya mengatakan, Pelangi di Mars berani menghadirkan konsep dan teknologi baru dalam produksi film.
Menurutnya, film tersebut berani mengangkat genre science fiction yang berkaitan dengan isu lingkungan. Tema tersebut dinilai masih jarang diangkat dalam industri film Indonesia, terlebih dengan pendekatan yang juga menyasar penonton anak-anak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....