Menteri Ekraf Apresiasi Film “Pelangi di Mars”, Soroti Genre Fiksi Ilmiah
- 03 Apr 2026 09:19 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya mengapresiasi film Pelangi di Mars.
- Film ini disebutnya berani mengangkat genre science fiction dengan isu lingkungan yang masih jarang digarap di industri film Indonesia.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya mengapresiasi film animasi Pelangi di Mars. Ia menilai karya tersebut menunjukkan keberanian sineas Indonesia mengangkat genre sci-fi yang jarang digarap di industri film nasional.
Menurut Riefky, film ini juga menarik karena mengangkat isu lingkungan. Ia turut mengapresiasi tim produksi karena pesan moral yang disampaikan dapat diterima oleh anak-anak.
Selain dari sisi cerita, Riefky juga menyoroti penggunaan teknologi dalam proses produksi film tersebut. Ia menjelaskan bahwa film Pelangi di Mars memanfaatkan perangkat lunak Unreal Engine yang umumnya digunakan dalam pengembangan gim.
“Makanya disini mengundang teman-teman dari kementerian lembaga lain. Kami terus berdiskusi bagaimana KBLI-KBLI pekerjaan baru di jaman digital ini. Apakah itu voice over, animator, videografer,” katanya, dalam Intimate Screening Film “Pelangi di Mars” Bersama Kabinet Merah Putih, di Jakarta, Kamis, 2 April 2026.
Lebih lanjut, Riefky mengapresiasi besarnya kolaborasi yang terlibat dalam produksi film tersebut. Sekitar 300 animator dan lebih dari 500 anggota tim terlibat, termasuk pengisi suara, body actor, hingga para aktor.
Sementara itu, produser Pelangi di Mars, Dendi Reynando, mengatakan sejak awal tim produksi menargetkan anak-anak sebagai penonton utama. Keputusan itu diambil agar genre science fiction dapat diperkenalkan lebih dekat kepada penonton muda.
Menurut Dendi, awalnya tim produksi sempat tergoda untuk membuat film dengan konsep besar seperti Interstellar. Namun mereka akhirnya memilih pendekatan cerita yang lebih dekat dengan anak-anak agar pesan yang disampaikan lebih mudah diterima.
Ia menambahkan, bagi tim produksi hal terpenting adalah memastikan anak-anak menikmati cerita dan menyukai karakter dalam film tersebut. “Selama anak-anak suka, happy, dan menyukai karakternya, bagi kami itu sudah lebih dari cukup,” kata Dendi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....